Selasa, 28 April 2026

Berita Kendari

Tim UHO Kendari Raih Gold Medal Esai International Student Summit di Malaysia Lewat Ingoni Play Box

Tim Mahasiswa UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, meraih gold medal dalam kompetisi esai International Student Summit (ISS) di Malaysia.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Tim UHO Kendari Raih Gold Medal Esai International Student Summit di Malaysia Lewat Ingoni Play Box
Istimewa
UHO - Tim Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih gold medal dalam kompetisi esai International Student Summit (ISS) di Malaysia. Beranggotakan Nur Ilmi Khair (Ilmu Komunikasi 2022), Ahmad Rijal Hanif (Manajemen 2022), Muh Syahdillah Rais Randa Jaya (Ilmu Komunikasi 2022), dan Diyyanah Nurfathyyah Syahrun (Manajemen 2023). (Dokumentasi Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih gold medal dalam kompetisi esai International Student Summit (ISS) di Malaysia.

Beranggotakan Nur Ilmi Khair (Ilmu Komunikasi 2022), Ahmad Rijal Hanif (Manajemen 2022), Muh Syahdillah Rais Randa Jaya (Ilmu Komunikasi 2022), dan Diyyanah Nurfathyyah Syahrun (Manajemen 2023).

Ajang yang berlangsung pada 14-15 Februari 2026 diikuti delegasi dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Kenya, Somalia, Suriah, dan Turkmenistan.

Dengan total lebih dari 100 peserta, tetapi hanya 73 delegasi hadir dan mengikuti rangkaian kompetisi hingga tahap penilaian akhir.

Ahmad Rijal Hanif mengatakan, selain meraih gold medal, timnya juga memperoleh penghargaan first winner dari delapan subtema esai yang diperlombakan.

Baca juga: Daftar Nama 8 Guru Besar UHO Kendari Dikukuhkan, Target Profesor Capai 200 Orang Sebelum 2030

Dalam esai tersebut, timnya mengangkat isu pencegahan pelecehan seksual pada anak dengan disabilitas intelektual. 

Mereka menawarkan inovasi berupa Ingoni Play Box, media pembelajaran berbasis gamification yang dirancang untuk membantu anak memahami langkah pencegahan kekerasan seksual secara interaktif.

Menurut Hanif, topik tersebut dipilih karena anak dengan disabilitas intelektual memiliki risiko lebih tinggi menjadi korban pelecehan seksual, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang mudah dipahami.

"Tantangan terberat yang kami hadapi adalah keterbatasan pendanaan. Dari empat anggota tim, hanya dua orang yang dapat berangkat mengikuti kompetisi secara langsung,” kata Hanif kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, tantangan yang mereka hadapi juga terletak pada penggunaan bahasa, karena dalam esai international keseluruhan menggunakan bahasa Inggris, mulai dari penulisan, presentasi, dan sesi tanya jawab.

Baca juga: 7 Relawan FK UHO Kendari Buka Posko Kesehatan di Aceh Tamiang, Layani 535 Warga, Pasang Filter Air

Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan esai kompetisi, antara lain kejelasan masalah, urgensi isu.

Lalu, solusi yang ditawarkan, keterkaitan dengan persoalan global, serta kesesuaian dengan pedoman yang ditetapkan penyelenggara.

“Kalau terkait lomba esai, saya pribadi sudah sering ikut. Namun, di dalam tim ada yang pertama kali ikut,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved