Jumat, 29 Mei 2026

Berita Kendari

Penyebab Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kendari Naik, Stok Terbatas di Distributor

Harga minyak goreng di pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Penyebab Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kendari Naik, Stok Terbatas di Distributor
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
MINYAK GORENG - Inilah potret minyak goreng Bimoli, Kunci Mas, dan Tropical di Pasar Mandonga Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Minyak goreng tersebut mengalami kenaikan harga karena stok terbatas dari distributor, Kamis (28/5/2026). (TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Harga minyak goreng di pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan harga terjadi pada berbagai jenis produk, mulai dari kemasan premium hingga minyak curah.

Berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com di dua pasar yakni Pasar Basah Mandonga dan Pasar Anduonohu, hampir seluruh merek minyak goreng yang dijual pedagang mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. 

Kondisi tersebut dipicu stok barang yang mulai terbatas di tingkat distributor.

Seorang pedagang, Nasriah, mengatakan kelangkaan mulai dirasakan setelah Hari Raya Idulfitri pada Maret lalu. 

Baca juga: Harga Baju Seragam SD hingga SMA di Kendari Sulawesi Tenggara Mulai Rp190 Ribu, Kaos Kaki dan Dasi

Ia mengaku distributor langganannya kini kesulitan menyediakan barang karena tingginya permintaan.

"Bahkan tempat langganan saya ambil barang seperti produsen Minyak Kunci Mas habis dibeli orang sampai kami tidak kebagian. Sejak itu harga minyak yang kami ambil dari luar mulai naik,” ujarnya kepada TribunnewsSultra.com, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, saat Ramadan harga masih relatif stabil. Minyak goreng kemasan satu liter masih dijual sekitar Rp20 ribu, tapi kini naik menjadi Rp25 ribu.

Nasriah juga menyebut pasokan Minyak Kita dari Bulog terus berkurang. 

Jika sebelumnya pedagang bisa memperoleh hingga 50 dos, kini hanya sekitar 15 hingga 20 dos untuk setiap pengambilan.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik dan Stok Terbatas, Swalayan di Kendari Terapkan Pembatasan Pembelian

“Selesai lebaran barang yang masuk sedikit. Minggu lalu kami hanya dapat 15 dos dan itu tidak cukup untuk kebutuhan pelanggan. Kami juga diminta membatasi penjualan maksimal dua kemasan per orang,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Harifa, mengaku keluhan konsumen semakin sering terdengar karena harga terus naik sementara stok sulit diperoleh.

Untuk memenuhi kebutuhan kios, ia bahkan terpaksa mencari tambahan pasokan di sejumlah toko lain akibat pembatasan distribusi dari agen resmi.

“Banyak pembeli mengeluh karena minyak mahal dan langka. Kami juga kesulitan saat mau pesan barang karena sering kosong,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang minyak curah, Denny, mengatakan kelangkaan mulai dirasakan sekitar 10 hari terakhir. 

Baca juga: Alasan Harga LPG 3 Kg Mahal di Kios Capai Rp60 Ribu, DPKU Kendari Minta Warga Beli di Pangkalan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved