Penemuan Motor di Jembatan Teluk Kendari

Call Center 112 Pemkot Kendari Siap Terima Curhatan, Cegah Tragedi Berulang di Jembatan Teluk

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman mengatakan, pemerintah terus berupaya menghentikan aksi-aksi nekat tersebut.

|
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
JEMBATAN TELUK KENDARI - Kolase foto Jembatan Teluk Kendari (JTK) Sulawesi Tenggara (Sultra) (kiri) dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat diwawancarai TribunnewsSultra.com (kanan), Selasa (3/6/2025). Sudirman mengatakan, kesehatan mental dan peran seluruh pihak dibutuhkan untuk mencegah adanya korban baru. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tragedi berulang di Jembatan Teluk Kendari (JTK) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jembatan sepanjang 1,3 kilometer ini belakangan viral karena menjadi lokasi berakhirnya hidup anak muda.

Aksi terjun dari atas Jembatan Teluk Kendari ini terjadi dalam sepekan terakhir, yakni pemuda EG (23) pada akhir Mei, lalu AGL (22) pada awal Juni 2025.

Kasus melompat ke laut dari JTK ini bahkan terjadi sehari setelah Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan BPJN Sultra.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman mengatakan, pemerintah terus berupaya menghentikan aksi-aksi nekat tersebut.

Seperti spanduk pelarangan parkir dan berhenti di sepanjang jembatan, pemasangan lampu jalan, patroli, sampai dengan sosialisasi kesehatan mental untuk remaja.

Menurutnya, kesehatan mental dan peran seluruh pihak dibutuhkan untuk mencegah adanya korban baru.

Baca juga: Ditemukan Tewas, Mahasiswa Hilang di Jembatan Teluk Kendari Diserahkan ke Keluarga Untuk Dimakamkan

"Kami berharap pihak keluarga juga turut berperan karena biasanya keinginan (mengakhiri hidup) tersebut lahir dari keluarga, ada permasalahan di rumah," jelasnya.

Dia berharap, masyarakat pun bisa turut andil dalam membersamai seseorang yang cenderung terlihat murung hingga depresi.

Sebab, keinginan untuk mengakhiri hidup bisa muncul kapan saja dan dengan cara apa saja.

"Jadi ketika ada teman dalam kondisi depresi, keluarga juga seperti itu, itu yang perlu dijaga," ungkapnya.

Tak hanya itu layanan call center 112 Pemkot Kendari, pasalnya dapat dijadikan wadah curhat bagi siapapun.

Imenk, panggilan akrab Wakil Wali Kota, bilang bahwa layanan ini menerima pengaduan KDRT, premanisme, pungutan liar, termasuk curhatan pribadi.

Baca juga: Kronologi Remaja 17 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Kali Buatan Perbatasan Buton Tengah-Muna Sultra

"Silahkan hubungi 112, ini menjadi call center menjadi tempat pengaduan masyarakat nanti ditindaklanjuti," kata dia.

Call center 112 tersebut bisa diakses seluruh masyarakat secara gratis dan dilayani 24 jam. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved