Berita Kendari

Mahasiswa UHO Kendari Sulawesi Tenggara Raih Harapan III Kejuaraan Robotik Nasional 2025 di Surabaya

Tiga mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, meraih Harapan III dalam ajang Kejuaraan Robotik Nasional 2025 yang di Surabaya.

|
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
MAHASISWA UHO - Tiga mahasiswa UHO Kendari raih Harapan III Kejuaraan Robotik Nasional di Surabaya, 17-18 Mei 2025. Mereka adalah Muhammad Arsad Abadi (kiri) Diva Lutfiyah Natasya (tengah) dan Muhammad Azizul Dwijaya (kanan). (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tiga mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih Harapan III dalam ajang Kejuaraan Robotik Nasional 2025 yang digelar di Surabaya.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Arsad Abadi, Diva Lutfiyah Natasya, dan Muhammad Azizul Dwijaya

Mereka berasal dari Jurusan Teknik Elektro, Konsentrasi Teknik Elektronika, Fakultas Teknik UHO, angkatan 2023.

Kejuaraan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bertempat di Gedung Pusat Robotika pada 17–18 Mei 2025. 

Ajang ini diikuti oleh 1.200 peserta dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi se-Indonesia.

Baca juga: Aksi Mahasiswa Adu Robot Sumo di Kontes Robot Nasional FORTEI IV UHO Kendari Sultra, Ada Pelajar SMA

Dalam kompetisi ini, terdapat lima kategori lomba yakni Soccer (Lomba Sepak Bola), Sumo (robot adu dorong satu kg dan tiga kg), Transporter (robot pemindah barang), LFA (Line Flower Analog), dan LFM (Line Flower Mikrokontroler).

“Kalau kami dari Tim Anoa mengikuti kategori lomba Transporter, yaitu robot pemindah barang,” kata Diva, salah satu anggota Tim Anoa saat dikonfirmasi Tribunnewssultra.com, Minggu (18/5/2025).

Diva menjelaskan, untuk kategori Transporter, penilaian didasarkan pada penguasaan ‘silo’ atau wadah oleh robot. 

Tim dinyatakan menang jika berhasil menguasai tiga silo terlebih dahulu dengan jumlah bola terbanyak sesuai warna tim masing-masing.

Selain itu, robot juga harus mampu melewati berbagai rintangan di arena dan hanya boleh dikendalikan menggunakan wireless controller.

Baca juga: Himpunan Mahasiswa Elektronika UHO Kendari Pamerkan Aneka Karya Robot di Hari Listrik Nasional 2023

“Saat perebutan silo, kami kalah cepat dalam memasukkan bola. Skor kami kurang 10 poin untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Akhirnya, kami meraih Harapan III atau peringkat keenam,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi timnya adalah keterbatasan dana dalam pembuatan robot. 

Tantangan utama yang dihadapi timnya adalah soal pendanaan pembuatan robot dari kampus yang terlambat, karena adanya efisiensi anggaran.

Namun, untuk biaya akomodasi pihak kampus memberikan dana sebesar Rp9,5 juta untuk tiket transportasi pulang-pergi, penginapan, dan uang saku.

“Kejuaraan ini adalah pengalaman pertama kami ikut lomba. Ke depan, kami akan berusaha lebih baik lagi, belajar dari pengalaman ini," ujarnya.

Baca juga: Santri Ponpes Al Fath Kendari Raih Peringkat 5 Ajang Robotic Internasional, Bawa Robot Transforter

"Kami akan menyiapkan strategi yang lebih matang, lebih kreatif, dan meningkatkan intensitas latihan,” tuturnya.

Kendati demikian, Diva bersama timnya tetap bangga terhadap pencapaian timnya.

“Kami tetap bangga. Bisa masuk dan bersaing di tingkat nasional adalah pencapaian luar biasa bagi kami,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved