Berita Konawe

143 Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam, DPRD Konawe Agendakan RDP Bersama BWS Sulawesi IV Kendari

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe respons cepat keluhan sejumlah petani di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai. 

Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi TribunnewsSultra
PENINJAUAN ALIRAN AIR - Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya bersama Wakil Ketua II Nasrullah Faizal, Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya dan Anggota Komisi II beserta jajaran, meninjau langsung lokasi bangunan ukur Bendungan Ameroro dan sawah yang terancam gagal tanam akibat saluran air yang tidak mengairi persawahan, Selasa (8/4/2025). (Dokumentasi TribunnewsSultra.com) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe respons cepat keluhan sejumlah petani di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai. 

Dilaporkan sebanyak 143 hektar lahan sawah di Desa Ameroro yang terancam gagal tanam, akibat pasokan air yang tidak mengalir ke sawah

Di mana, pasokan air yang diketahui bersumber dari Bendungan Ameroro tersebut terhenti diduga usai pembuatan bangunan ukur yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari

Di tengah guyuran hujan, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya bersama Wakil Ketua II Nasrullah Faizal, Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya dan Anggota Komisi II beserta jajaran, meninjau langsung lokasi bangunan ukur Bendungan Ameroro tersebut. 

Mereka juga langsung menuju sawah yang terdampak hingga terancam gagal tanam, akibat pasokan air yang tidak mengalir, Selasa (8/4/2025) siang.

Baca juga: Aksi Demo Petani di DPRD Konawe Sultra, Keluhkan Air di Bendungan Ameroro Tak Aliri 143 Hektar Sawah

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memverifikasi langsung aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa dan para petani,” jelas I Made Asmaya kepada awak media saat melakukan peninjauan. 

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terungkap bahwa meskipun debit air dari sumber tampak besar, tetapi alirannya belum mampu menjangkau seluruh area persawahan.

“Kami tadi sudah lihat debit airnya begitu besar, tapi karena sudah diatur dengan adanya bangunan ukur tersebut, sehingga tidak mengalir dan tidak sampai menyeluruh ke sawah, datanya ada 143 hektar yang hingga saat ini belum dialiri air," jelas I Made Asmaya.

Sebagai langkah untuk permasalahan ini, DPRD Konawe memastikan akan segera memanggil BWS Wilayah IV Kendari untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan warga terdampak pada Kamis, 10 April 2025.

“Surat pemanggilan akan kami siapkan dan kirimkan hari ini juga, RDP ini harus segera dilaksanakan agar permasalahan ini dapat segera ditemukan solusinya,” Jelas I Made Asmaya.

Baca juga: Cerita Wa Abe Petani Sawah di Kecamatan Bungi Baubau, Mengaku Resah Kala Musim Hujan Tiba

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Konawe, Nasrullah Faizal menekankan urgensi penyelesaian masalah ini mengingat dampaknya terhadap program Asta Cita Presiden RI pada sektor pertanian.

"Ini adalah bagian dari Program Asta Cita Presiden yang harus kita sukseskan. Tentu saja, hak-hak petani kita juga tidak boleh diabaikan dan dirugikan," ucap Nasrullah Faizal. (*)

(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved