Kamis, 16 April 2026

Pemkab Konawe Utara Bangun Ketahanan Pangan Lewat Sinergi TPID dan Program Produksi Berkelanjutan

Pemkab Konut berhasil menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga melalui sejumlah program strategis.

Tayang:
Penulis: Nurfina Fitri M | Editor: Content Writer
zoom-inlihat foto Pemkab Konawe Utara Bangun Ketahanan Pangan Lewat Sinergi TPID dan Program Produksi Berkelanjutan
Istimewa
PENANAMAN PADI KONUT - Penanaman padi dan sawit di Keluruhan Bende, Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (6/8/2025). Penanaman dilakukan di lahan seluas 30 hektare oleh OPD lingkup Pemda Konut dan turut diapresiasi oleh Pemprov Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) di bawah kepemimpinan Bupati Konawe Utara, Ikbar, berhasil menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga melalui sejumlah program strategis dengan pendekatan berbasis produksi dan sinergi lintas sektor.

Berdasarkan dokumen Pengendalian Inflasi Kabupaten Konawe Utara yang dikutip Tribunnews, Senin (24/11/2025), tercatat bahwa inflasi di Konawe Utara pada tahun 2025 memiliki pola musiman dan bersumber dari sektor pangan, dengan tekanan terbesar terjadi pada pertengahan tahun. 

Untuk itu, Pemkab Konut menempatkan sektor pangan sebagai kunci utama pengendalian inflasi, dengan mengintegrasikan berbagai program strategis lintas OPD melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat pedesaan.

Selain itu, upaya pengendalian inflasi tahun 2025 di Kabupaten Konawe Utara tidak hanya berorientasi pada kebijakan harga, tetapi juga mencakup transformasi struktural di sektor pangan dan distribusi. 

“Bagi Kabupaten Konawe Utara, pengendalian inflasi bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga upaya memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput,” tulis dokumen tersebut.

Adapun Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menjalankan lima program strategis yang terencana dan berorientasi jangka menengah serta berdampak langsung pada stabilitas inflasi daerah sepanjang 2025, yaitu sebagai berikut:

  1. Program Cetak Sawah Baru di wilayah Sawa, Oheo, dan Asera. Program ini berhasil membuka lahan seluas 500 hektare, sehingga mampu menambah kapasitas produksi beras lokal.
  2. Program Padi Gogo APBN. Pemerintah merealisasikan penanaman seluas 169 hektare dengan capaian 99,1 persen yang berkontribusi memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
  3. Program Gerakan Tanam Cabai Serentak dengan luasan sekitar 30 hektare yang bertujuan menekan fluktuasi harga komoditas cabai sebagai salah satu penyumbang utama volatile food
  4. Intervensi beras SPHP & CPP yang menjangkau 4.205 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan terbukti menjaga harga beras tetap stabil di bawah Rp16.000 per kilogram.
  5. Program Pasar Murah dan Operasi Pasar. Kegiatan ini digelar sebanyak delapan kali yang turut membantu menjaga inflasi bulanan tetap terkendali di bawah 0,3 persen.

Secara keseluruhan, rangkaian program ini menunjukkan langkah terarah Pemkab Konawe Utara dalam menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, dan memastikan inflasi tetap berada pada level aman sepanjang tahun 2025 yang masih tergolong moderat, dengan rata-rata kenaikan harga bahan pokok sekitar 3,3 % . 

Capaian ini turut menunjukkan bahwa ekonomi daerah semakin resilien (tangguh) menghadapi tekanan harga pangan nasional maupun gangguan cuaca ekstrem. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang perlu diperkuat agar pengendalian inflasi lebih efektif di tahun-tahun berikutnya.

Melihat potensi dan tantangan yang ada, dapat disimpulkan bahwa strategi pengendalian inflasi Konawe Utara pada 2025 sudah berjalan ke arah yang tepat. Pemerintah daerah mampu menggeser fokus kebijakan dari sekadar intervensi harga menuju penguatan produksi dan pasokan pangan lokal.

Berkat kerja nyata Bupati bersama TPID, inflasi berhasil dijaga pada level aman melalui peningkatan kapasitas produksi, kelancaran distribusi, intervensi pasar yang tepat, serta sinergi erat antara pemerintah daerah, Bulog, BI, dan masyarakat.

Baca juga: Bupati Konawe Utara Ikbar Dukung Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Konut Sulawesi Tenggara

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved