Pemprov Sultra 2026
Upaya Pemprov Sulawesi Tenggara Turunkan Angka TBC dan Stunting, Dukung Program Nasional Presiden
Pemprov Sulawesi Tenggara memperkuat penanganan Tuberculosis (TBC) dan stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Presiden RI.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Upaya-Pemprov-Sulawesi-Tenggara-Turunkan-Angka-TBC-dan-Stunting-Dukung-Program-Nasional-Presiden.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memperkuat penanganan Tuberculosis (TBC) dan stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Presiden Republik Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, dr Andi Edy Surahmat, mengatakan, dua persoalan kesehatan tersebut menjadi prioritas Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua.
Sultra saat ini berada di peringkat kedua nasional untuk kasus TBC, sehingga gubernur meminta jajarannya bergerak cepat menekan angka penderita.
“Pak Gubernur sudah memerintahkan kepada saya untuk menurunkan jumlah penderita TBC di Sultra,” kata dr Andi Edy Surahmat, Senin (25/5/2026).
Dinkes Sultra kemudian melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TBC di puskesmas.
Baca juga: RSJPD Oputa Yi Koo Sultra Mulai Layani Intervensi Jantung Tanpa Bedah, Perdana Tangani 7 Pasien
Menurutnya, puskesmas menjadi ujung tombak penanganan karena tenaga kesehatan berhubungan langsung dengan masyarakat dan pasien.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap penggunaan alat kesehatan di tengah keterbatasan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk pemeriksaan TBC.
Sebagai langkah sementara, Dinkes Sultra meminta puskesmas memaksimalkan penggunaan mikroskop sambil menunggu bantuan alat dari pemerintah pusat.
“Kami tidak bisa menunggu sampai alat baru datang. Penanganan TBC harus tetap berjalan dengan fasilitas yang tersedia,” ujarnya.
dr Edy menyampaikan upaya lain juga dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta metode active case finding dan passive case finding.
Baca juga: PT Vale IGP Pomalaa Ajak Warga Watalara Baula Kolaka Sulawesi Tenggara Lawan TBC, Hidup Lebih Sehat
Melalui active case finding, petugas kesehatan turun langsung melakukan deteksi dini serta pemeriksaan skrining kepada masyarakat.
Strategi tersebut dinilai efektif untuk menemukan penderita yang belum terdiagnosis maupun yang belum pernah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Sementara passive case finding dilakukan melalui pelayanan di puskesmas dan rumah sakit terhadap pasien yang datang dengan gejala penyakit.
Pasien kemudian diarahkan menjalani pemeriksaan sesuai standar agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Layanan skrining dan obat-obatan TBC tersedia gratis di puskesmas maupun rumah sakit. Kami juga memastikan stok obat tetap tersedia di instalasi farmasi serta terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui monitoring dan evaluasi berkala,” jelasnya.
Baca juga: 2.053 Orang di Kendari Terinfeksi TBC Selama 2025, Gejalanya Demam dan Batuk Berkepanjangan
Pemprov Sultra
Sulawesi Tenggara
Dinkes Sultra
dr Andi Edy Surahmat
TBC
stunting
TribunNetworkBB
Andi Sumangerukka
Hugua
| 47 Aset Pemprov Sulawesi Tenggara Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih, Tersebar di 13 Daerah |
|
|---|
| Pemprov Sulawesi Tenggara Siap Fasilitasi Workshop Anak Terlantar di Rumah Singgah, Putus Kemiskinan |
|
|---|
| Nama-Nama Kadis, Kaban, Biro, Direktur RS Pemprov Sulawesi Tenggara Terbaru Usai 3 Kali Dirombak |
|
|---|
| Nama-nama 8 Kepala Dinas, Badan, Biro Pemprov Sulawesi Tenggara Dilantik Gubernur Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Breaking News Gubernur Lantik 112 Pejabat Eselon II, III, IV, Fungsional Pemprov Sulawesi Tenggara |
|
|---|