Rektor UHO Kendari Wafat

Dari Kuli Panggul Ikan di Jepang hingga Rektor UHO Kendari, Inspirasi Kisah Perjuangan Prof Armid

Rektor UHO Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof Armid meninggal, hanya menjabat 23 hari setelah dilantik pada 1 Agustus 2025 lalu.

|
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Muhammad Israjab
Dok TribunnewsSultra/Istimewa
REKTOR UHO KENDARI - Jejak karir pendidikan Prof Armid resmi dilantik Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (1/8/2025) lalu, menggantikan Prof Muhammad Zamrun Firihu. 

Pelantikan Prof Armid sebagai Rektor UHO Kendari periode 2025-2029 berlangsung di Graha Diktisaintek, Jakarta Pusat.

Graha Diktisaintek berlokasi di Gedung D, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat.

Penetapan Prof Armid sebagai Rektor UHO berdasarkan Keputusan Mendiktisaintek Nomor 213/M/KEP/2025.

Mengutip laman uho.ac.id, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek RI, Prof Togar Mangihut Simatupang, melantiknya mewakili menteri.

Dalam sambutannya, Prof Togar, berharap UHO menunjukkan komitmen di bawah kepemimpinan Prof Armid.

Terutama pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan tinggi mendukung program “Diktisaintek Berdampak”.

Prof Armid pun menjadi rektor definitif keenam setelah 25 tahun pengabdiannya menjadi dosen di UHO Kendari.

Sosok akademisi ini lahir di Kota Kendari, Provinsi Sultra, pada 18 Juni 1975.

Dia meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Hasanuddin, tahun 1994-1999, mengambil jurusan Kimia.

Gelar magister (S2) pertama ia raih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dari 2001-2003, fokus bidang Kimia Analitik.

Perjalanan akademiknya membawanya ke Jepang.

Dia kemudian meraih gelar Master of Science (M.Sc) bidang Kimia Kelautan, di University of the Ryukyus tahun 2007.

PROF ARMID WAFAT - Kolase foto arsip Prof Armid sosok Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat dilantik di gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta, Jumat (01/08/2025). Selanjutnya, memimpin wisuda di kampus UHO Kendari, Senin (5/08/2025), mengikuti Rapat Senat Luar Biasa Dies Natalis ke-44 UHO, Selasa (19/8/2025), serta mengikuti Jalan Santai dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-44, Sabtu (23/08/2025) (foto dari kiri ke kanan). Prof Armid wafat dalam usia 50 tahun pada Sabtu (23/08/2025) malam sekitar pukul 20.08 wita.
PROF ARMID WAFAT - Kolase foto arsip Prof Armid sosok Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat dilantik di gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta, Jumat (01/08/2025). Selanjutnya, memimpin wisuda di kampus UHO Kendari, Senin (5/08/2025), mengikuti Rapat Senat Luar Biasa Dies Natalis ke-44 UHO, Selasa (19/8/2025), serta mengikuti Jalan Santai dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-44, Sabtu (23/08/2025) (foto dari kiri ke kanan). Prof Armid wafat dalam usia 50 tahun pada Sabtu (23/08/2025) malam sekitar pukul 20.08 wita. (Kolase foto tangkapan video YouTube UHO, istimewa)

Sementara studi doktoral ditempuhnya di kampus yang sama.

Prof Armid meraih gelar Doctor of Science (D.Sc.) bidang Marine and Environmental Science tahun 2011 silam.

Selama menempuh pendidikan di Negeri Sakura, diapun aktif sebagai peneliti asing.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved