Rabu, 20 Mei 2026

KPK OTT di Sulawesi Tenggara

Baru 5 Bulan Dilantik Prabowo, Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Dugaan Kasus Suap RSUD Koltim

Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Azis harus berusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Tayang:
Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Desi Triana Aswan
zoom-inlihat foto Baru 5 Bulan Dilantik Prabowo, Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Dugaan Kasus Suap RSUD Koltim
Istimewa
BUPATI KOLAKA TIMUR - Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis, viral namanya disebut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/8/2025). Selain soal kasus yang kini ditangani lembaga antirasuah, harta kekayaan Abdul Azis pun turut menjadi perhatian. (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Azis harus berusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Padahal ia baru dilantik lima bulan lalu sebagai Bupati oleh Presiden, Prabowo Subianto. 

Azis ditangkap saat berada di Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) saat akan mengikuti Rakernas NasDem. 

Abdul Azis ditangkap di Makassar, Kamis (7/8/2025) malam, sehari jelang pembukaan Rakernas Partai NasDem.

Kabar penangkapannya disertai sejumlah peristiwa. 

Isu menyeruak pertama kali soal OTT KPK di Sulawesi Tenggara, namun Abdul Azis diketahui berada di Makassar. 

Lalu setelah itu, KPK masih bekerja untuk melakukan OTT di Kota Makassar. 

Baca juga: Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Sering Minum Kopi Tanpa Gula Bareng Warga

Dan diketahui, sosok yang tertangkap adalah Abdul Azis

Ia ditangkap sebelum Rakernas Partai NasDem di Hotel Claro dijadwalkan dibuka Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, Jumat (8/8/2025).

Penangkapan Abdul Azis dibenarkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

"Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel," kata Fitroh, Jumat malam dikutip dari Tribuntimur.com. 

Fitroh mengatakan, Abdul Azis ditangkap terkait dugaan suap proyek peningkatan kualitas rumah sakit didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tak hanya, Abdul Azis yang terseret kasus di KPK.

Namun ada sosok Firdaus Daeng Manye, Bupati Takalar. 

Ia sama-sama berasal dari Sulsel dengan Abdul Azis.

Abdul Azis kelahiran Enrekang, sedang Firdaus Daeng Manye lahir di Makassar.

Mereka bersama pasangan kepala daerah se-Indonesia terpilih Pilkada 2024 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (20/2/2025). 

Namun baru sekitar lima bulan usai pelantikan, Abdul Azis dan  Firdaus Daeng Manye harus berurusan dengan KPK.

Sementara itu, Firdaus Daeng Manye lebih dulu diperiksa pada Selasa (5/8/2025).

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata ‎Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis.

‎Saudara Komjen Fadil Imran dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pengadaan perangkat Electronic Data Capture (EDC) di seluruh SPBU Pertamina periode 2018–2023.

‎Proyek ini bertujuan memantau distribusi dan penjualan BBM bersubsidi secara real-time.

Baca juga: KPK Amankan 1 Koper Terkait OTT Kasus Kolaka Timur Sulawesi Tenggara di Polda Sultra

‎Nilai anggarannya mencapai Rp3,6 triliun.

Terkait hal itu, Firdaus Daeng Manye buka suara terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎"Saya hadiri panggilan KPK hanya dalam status saksi dalam perkara tersebut,” ungkap Daeng Manye kepada Wartawan, Rabu (7/8/2025).

Namun, Daeng Manye tidak merinci lebih jauh soal materi pemeriksaan, dengan alasan menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Saya menghormati proses hukum. Semuanya sudah saya sampaikan kepada penyidik,” imbuhnya.

Abdul Azis Ditangkap dan Jalani Pemeriksaan

Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/8/2025).

Sebelumnya, Abdul Azis ditangkap saat masih berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dalam agenda Rakernas NasDem. 

Namun, belum selesai acara partai tersebut, Abdul Azis diamankan KPK dan diboyong ke Jakarta. 

Ia menjalani pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan KPK

Setelah keluar dari mobil, ia segera berjalan dan masuk ke dalam gedung KPK di Jakarta. 

Setelah melewati pintu keamanan, Abdul Azis langsung berjalan ke lantai atas KPK dengan menaiki tangga. 

Ia didampingi sejumlah pria yang turut membawanya masuk ke dalam gedung KPK

Dari pantauan Tribunnews.com, Azis tiba sekitar pukul 15.00 WIB atau 16.00 WITA. 

Terlihat ia mengenakan baju safari cokelat, memakai topi putih, dan masker. Azis juga tampak membawa sebuah koper hitam.
 
Namun Azis tak bicara banyak. 

Ia hanya menjawab dengan singkat saat ditanya wartawan. 

"Enggak," tuturnya. 

Azis diamankan berkaitan dengan dugaan kasus suap RSUD Kolaka Timur dengan anggaran Rp170 miliar.(*)

(Tribuntimur.com)(TribunnewsSultra.com/Annisa)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved