Berita Kendari
Syarat dan Cara Mendapatkan Bibit Cabai Gratis dari Pemerintah Kota Kendari Sulawesi Tenggara
Berikut syarat dan cara agar masyarakat mendapatkan bibit cabai gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-Kota-Kendari-Makmur-saat-diwawancarai-TribunnewsSultracom.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut syarat dan cara agar masyarakat mendapatkan bibit cabai gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari, Makmur mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan bibit, pupuk, polybag, hingga pendampingan gratis dari pemerintah.
Syaratnya yaitu memiliki lahan yang siap ditanami dan terdaftar sebagai kelompok tani atau kelompok dasawisma.
Adapun cara mengakses bibit gratis dari Pemkot Kendari yakni menghubungi penyuluh pertanian atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan.
"Misalkan kelompok petani ini di kelurahan ini ingin menanam cabai di pekarangan dengan luasan sekian, nanti melapor ke BPP yang akan melakukan pendampingan," katanya, Rabu (16/7/2025).
Makmur menyebutkan, luas lahan yang bisa ditanami bibit gratis pemerintah maksimal mencapai 2,5 are.
Untuk itu, dia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur maupun pekarangan agar ditanami berbagai tanaman produksi.
Baca juga: Belum Ada Temuan Beras Oplosan di Sulawesi Tenggara, Disperindag Imbau Masyarakat Tetap Waspada
"Seperti cabai, tomat, kemudian terong dan lain-lain," ungkapnya.
Saat ini, Distan Kendari telah memberikan bantuan bibit cabai sekira 400 pohon kepada kelompok pertanian di beberapa kelurahan.
Sebagai informasi, harga cabai rawit saat ini mengalami kenaikan signifikan mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Padahal sebelumnya, cabai rawit bisa dibeli dengan harga Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogramnya.
Kata sejumlah masyarakat, kenaikan harga cabai rawit termasuk tomat terjadi sejak tiga bulan lalu.
Sementara menurut pedagang pasar yang ditemui TribunnewsSultra.com beberapa waktu lalu, harga bahan pangan naik sejak beberapa pekan terakhir.
Penyebabnya dikarenakan cuaca ekstrem sehingga pasokan bahan pangan seperti cabai ini menurun.
"Produksi menurun karena hujan berkepanjangan, tanaman cabai banyak yang rusak, sementara permintaan masyarakat itu tinggi," jelas Makmur. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
Kendari
Sulawesi Tenggara
bibit cabai
gratis
Pemkot Kendari
Makmur
KONI Sultra
Sulawesi Tenggara
Andi Ady Aksar
Lukman Abunawas
Kendari
| Belum Ada Temuan Beras Oplosan di Sulawesi Tenggara, Disperindag Imbau Masyarakat Tetap Waspada |
|
|---|
| Jadwal Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Mandala Waluya Kendari Gelombang II 2025 |
|
|---|
| Momen Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Tanam Cabai di Purirano Pakai Topi Caping, Ada 600 Bibit |
|
|---|
| Harga Cabai Rawit di Pasar Sentral Kota Lama Kendari Sultra Melambung hingga Rp100 Ribu per Kilogram |
|
|---|