Senin, 1 Juni 2026

Alasan Nanang Irawan Tikam Sandy Permana Berkali-kali, Punya Dendam Sejak 2019, Sempat Meludah

Berikut ini alasan Nanang Irawan tikam Sandy Permana berkali-kali.  Ia ternyata memiliki dendam masa lalu sejak tahun 2019 silam. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Alasan Nanang Irawan Tikam Sandy Permana Berkali-kali, Punya Dendam Sejak 2019, Sempat Meludah
Kolase TribunnewsSultra.com
 Berikut ini alasan Nanang Irawan tikam Sandy Permana berkali-kali.  Ia ternyata memiliki dendam masa lalu sejak tahun 2019 silam.  Bahkan sebelum kematiannya, Sandy disebut Nanang Gimbal meludah ke arahnya.  Hal inipun memicu emosi dari Nanang melakukan tindakan keji pada Sandy.  

"Pada tahun 2019, ketika korban akan melakukan atau mengadakan pesta perkawinan dan akan mendirikan tenda dengan memasuki pekarangan rumah daripada tersangka serta melakukan penebangan pohon di pekarangan tersangka tanpa izin terlebih dahulu."

Namun, kata Wira, tindakan Sandy itu tidak membuat Nanang menegurnya.

Pasalnya, tersangka tahu bahwa korban memiliki sifat tempramental.

Wira mengungkapkan peristiwa tersebut berujung hubungan Nanang dan Sandy sebagai sesama tetangga semakin tidak harmonis.

Bahkan, mereka sampai tidak pernah saling tegur sapa setelah peristiwa tersebut.

Akhirnya, pada tahun 2020, Nanang memutuskan untuk menjual rumahnya dan mengontrak di blok berbeda tetapi masih di perumahan yang sama.

Nanang dan Sandy kembali bertemu pada Oktober 2024 lalu dalam rapat warga yang membahas dilengserkannya Ketua RT setempat karena diduga berselingkuh dengan warga sekitar.

Pada momen tersebut, Sandy terlibat adu mulut dengan istri Ketua RT setempat. Lalu, Nanang pun menegur korban.

"Lalu tersangka menegur korban dengan kalimat 'nggak usah teriak-teriak, biasa aja," kata Wira menirukan perkataan Nanang kepada Sandy.

Ditikam 7 Kali 

Dendam dan tatapan sinis itu yang diduga membuat Nanang melakukan aksi nekatnya. 

Saat kejadian, Nanang mulanya menikam Sandy pada bagian sisi kiri perut sebanyak dua kali. 

Tikaman itu dilakukan Nanang saat Sandy masih menaiki motor, 

Setelah ditikam dua kali, korban langsung berhenti dan melakukan perlawanan dengan cara menangkis dan menghalang-halangi tersangka. 

Namun, Nanang tetap meluapkan emosinya dengan kembali menusuk Sandy di bagian pelipis kiri, kepala, dada hingga leher. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved