Berita Sulawesi Tenggara

39 Buku Cerita Anak Karya Putra-Putri Sulawesi Tenggara, Diterjemahkan ke 7 Bahasa Daerah di Sultra

39 buku cerita anak karya putra-putri Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi diluncurkan dalam acara Pesta Literasi

Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
Sebanyak 39 buku cerita anak karya putra-putri Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi diluncurkan dalam acara Pesta Literasi yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sultra mulai 19-22 November 2024. Buku-buku tersebut diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa daerah di Sultra, seperti bahasa Wolio, Wakatobi (Dialek Wanci), Kulisusu,  Muna, Tolaki, Moronene, dan Ciacia. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI– Sebanyak 39 buku cerita anak karya putra-putri Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi diluncurkan dalam acara Pesta Literasi yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sultra di Kota Kendari, sejak 19 hingga 22 November 2024.

Buku-buku tersebut diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa daerah di Sultra, seperti bahasa Wolio, Wakatobi (Dialek Wanci), Kulisusu,  Muna, Tolaki, Moronene, dan Ciacia.

Staf Fungsional Penerjemah Balai Bahasa Sultra, Dwi Pratiwi S Husba mengatakan seluruh penulis dan penerjemah buku anak tersebut berasal dari Sultra. 

Sementara 19 ilustrator yang terlibat, 10 ilustrator diantaranya berasal dari Sultra, sedangkan 9 ilustrator lainnya dari luar daerah.

Pemilihan ilustrator dilakukan melalui sayembara, namun tetap mengutamakan keterlibatan seniman lokal.

Baca juga: Cerita Anak Mendiang Ismail Salam Pemilik Warkop Haji Anto Kendari, Awal Mula Usaha Jual Pakaian RB

“Kami berupaya agar buku-buku ini menjadi media yang mendukung pelestarian bahasa daerah, dimana semua bahasa daerah di Sultra akan diprioritaskan, sehingga setiap bahasa dapat dijadikan buku cerita,” kata Dwi Pratiwi saat ditemui di Kendari, Jumat (22/11/2024).

Dwi Pratiwi menyampaikan buku-buku ini tidak hanya bertujuan melestarikan bahasa daerah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak. 

Buku-buku tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai panduan untuk lomba-lomba bahasa daerah serta membantu generasi muda mengenal dan mencintai warisan budaya lokal mereka.

“Melalui langkah ini, Balai Bahasa Sultra berkomitmen untuk terus menghasilkan karya literasi yang mendukung kelestarian bahasa dan budaya Sulawesi Tenggara,” jelas Dwi Pratiwi.

Selengkapnya 39 judul buku cerita anak beserta penulis, ilustrator dan penerjemahnya: 

1. Bahasa Wolio - Indonesia

- Puuna Kaluku Momaporona (Si Pohon Kelapa yang Bersedih). Penulisnya Zulyah, ilustrator Idha Triyani, dan penerjemah Randy Pratama Harja dan Rauf Alimin.

- Polangona Uma (Bantal Kakek). Penulis Zulyah, ilustrator Syarwan Sahputra, dan penerjemah Randy Pratama Harja dan Rauf Alimin.

2. Bahasa Wakatobi (Dialek Wanci) - Indonesia

- Kiki Kene Hadano (Tekad Kiki). Penulis Wa Ode Nurbaya, ilustrator Ferdie Filmore Santoso, dan penerjemah Wa Ode Eli, Andri, serta Tobias.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved