Berita Sulawesi Tenggara
Jaga Ekosistem Laut, TIM PKM USN Kolaka Transplantasi Karang di Desa Tanjung Tiram Konawe Selatan
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sembilan Belas November (PKM USN) Kolaka, melakukan transplantasi karang di Desa Tanjung Tiram
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sembilan Belas November (PKM USN) Kolaka, melakukan transplantasi karang di Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (9/10/2024).
Kegiatan transplantasi dan restorasi karang yang di danai DRTPM Kemendikbud Ristek ini sebagai upaya perbaikan dan penyelamatan ekosistem laut.
Khususnya ekosistem terumbu karang di Desa Tanjung Tiram, yang kondisinya mulai rusak dan cukup memprihatinkan.
Dalam transplantasi karang tersebut, tim PKM USN Kolaka bekerjasama dengan salah satu organisasi di sana, yakni Kelompok Harapan Bersama.
Ketua Tim PKM, Riska mengatakan dalam transplantasi terumbu karang, pihaknya menggunakan media berbentuk jaring laba-laba (web spider).
Sedangkan bibit karang yang digunakan berasal dari famili Acropora, karena paling mudah tumbuh dan berkembang pesat.
Baca juga: Jelajahi Karang Empat di Desa Wisata Ranokomea Bombana, Keindahan Laut Memukau Hipnotis Pengunjung
“Rangka web spider yang kami gunakan sebanyak 50 unit, dan metode ini telah terbukti efektif dalam mempercepat pertumbuhan dan pemulihan terumbu karang,” kata Riska.
Riska berharap upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem laut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan konservasi dan perbaikan ekosistem karang.
Karena terumbu karang memiliki peranan yang sangat penting dalam menyokong sumberdaya perikanan dan kelautan.
Sehingga diperlukan upaya untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati laut tersebut.
Sementara itu, Ketua Mitra Kelompok Harapan Bersama, Sehadi mengatakan pihaknya sangat senang bisa berkontribusi dalam kegiatan transplantasi tersebut.
Sebab terumbu karang di perairan Desanya bisa kembali pulih, dan masyarakat yang mata pencahariannya sebagai nelayan tidak lagi jauh mencari ikan dari lokasi kampung.
Baca juga: Kaka Slank Atraksi Saat Nyelam di Pulau Labengki, Baring di Dasar Laut hingga Tengok Terumbu Karang
“Kami sangat senang bisa berkontribusi dalam kegiatan transplantasi karang, semoga dengan upaya ini kita bisa menjaga dan melestarikan terumbu karang,” tuturnya.
Usai melakukan transplantasi, Tim PKM yang beranggotan Altafakur La Ode (Dosen USN Kolaka) dan Lalang (Dosen UHO Kendari), serta dua mahsiswa ini, juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penerapan teknologi tersebut kepada mitra.
Selain itu, kelompok nelayan juga diberikan jala bubu, dan pancing ulur, yang bisa digunakan untuk menangkap ikan di sekitar area transplantasi.
Lalu, alat dasar selam seperti fins, masker, dan snorkel, yang bisa digunakan untuk memonitoring kegiatan transplantasi dan restorasi tersebut. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
Jelajahi Karang Empat di Desa Wisata Ranokomea Bombana, Keindahan Laut Memukau Hipnotis Pengunjung |
![]() |
---|
Hari ke-6 Pencarian Nelayan Hilang di Karang Kapota Wakatobi Sulawesi Tenggara Belum Ditemukan |
![]() |
---|
Tim SAR Kembali Cari Nelayan Hilang Diduga Terjatuh dari Longboat di Perairan Karang Kapota Wakatobi |
![]() |
---|
Sosok Nelayan Hilang Usai Kecelakaan Kapal di Perairan Karang Kapota Wakatobi Sulawesi Tenggara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.