Berita Baubau

Nenek 67 Tahun di Baubau Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Polisi Perkirakan Sudah 2 Pekan Berpulang

Nenek usia 67 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Lingkungan Banabungi, Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Baubau, Sulawesi Tenggara

Istimewa
Nenek usia 67 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Lingkungan Banabungi, Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (16/9/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Nenek usia 67 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Lingkungan Banabungi, Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (16/9/2024).

Kapolsek Kokalukuna, IPDA Joni Arani mengatakan nenek inisial WA ini pertama kali ditemukan oleh adiknya.

Saat itu, adik korban mulai curiga karena sang kakak tidak lagi datang berkunjung dalam jangka waktu yang lama.

Biasanya WA datang ke adiknya sambil curhat terkait kondisi kesehatannya dan soal anak-anaknya.

Khawatir terjadi sesuatu pada kakaknya, ia langsung mengunjungi rumah WA.

"Saat mengecek, sekilas adik korban mencium bau busuk dari kediaman korban sehingga ia memanggil salah seorang teman untuk menemaninya masuk ke dalam rumah," ungkap IPDA Joni Arani saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2024).

Baca juga: Satu Karyawan Meninggal Kecelakaan di Smelter Nikel Morosi Konawe Sulawesi Tenggara, Sorotan Walhi

Kata dia, adik korban belum mencurigai sebab belum mengetahui lokasi mayat berada.

Setelahnya, datanglah pegawai kecamatan serta menghubungi Polsek Kokalukuna dan Tim INAFIS Polres Baubau untuk lakukan olah TKP.

Korban ditemukan dengan keadaan daging-daging yang ada dibadan sudah tidak ada.

"Berdasarkan pemeriksaan dari INAFIS Polres, korban diperkiran telah berpulang sekitar dua minggu, sebab mata sudah tidak ada, serta rambut sudah berguguran, intinya daging-daging yang ada di badannya itu sudah tidak Adami," bebernya.

Diketahui, kondisi rumah berada tidak jauh dari tepian laut sehingga bau tidak tercium sebab angin meniup ke arah laut, tidak ke arah pemukiman.

"Berbincang dengan tetangga korban, bau tidak tercium sebab saat ini sedang musim timur yang mana angin bertiup ke arah laut. Jika angin barat pastinya akan tercium saat dua atau tiga hari setelah korban berpulang," jelas IPDA Joni.

Baca juga: Sosok Suami Istri yang Ditemukan Tewas di Samaturu Kolaka, Dikenal Baik dan Ramah oleh Tetangga

Belakangan diketahui korban tinggal sendiri di rumahnya serta terakhir berkomunikasi dengan anaknya saat lebaran 2024 lalu.

Sebab jenazah korban sudah hancur, visum tidak dapat dilakukan lagi sehingga pihak kepolisan menyarankan pada keluarga agar dilaksanakan autopsi.

Namun saran tersebut ditolak dengan dalih keluarga telah ikhlas.

Korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga serta telah dimakamkan pada Selasa (17/9/2024) kemarin.(*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved