Sultra Memilih
Profil 8 Bakal Calon Gubernur Sultra Diusulkan Golkar di Pilkada 2024, 3 Eks Bupati, 1 Kader NasDem
Partai Golkar mengusulkan delapan nama bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Partai Golkar mengusulkan delapan nama bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Ke-8 nama yang diusulkan Golkar hasil penjaringan pada tingkat DPD maupun DPP di Jakarta.
Mereka mendapatkan undangan dari DPP untuk menerima arahan dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Surat undangan tersebut bernomor : Sund-359/Golkar/IV/2024 tanggal 4 April 2024, yang ditandatangani Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan Sekjen Lodewijk F Paulus.
Figur bakal calon Gubernur Sultra yang diusulkan DPP, terdiri dari tujuh nama dari kader Partai Golkar dan satu dari partai lain.
Nama Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Tina Nur Alam menjadi satu-satunya bakal calon yang berstatus non kader Partai Golkar.
Istri mantan Gubernur Sultra, Nur Alam tersebut masuk dalam daftar bakal calon kandidat kepala daerah.
Meski tak masuk penjaringan DPD I Partai Golkar Sultra, nama Tina Nur Alam dimasukkan dalam undangan DPP Partai Golkar di Jakarta.
Hal ini disampaikan Sekretaris DPD 1 Golkar Sultra, Basri saat dikonfirmasi pada Senin (8/4/2024).
"Karena untuk calon Gubernur Sultra kesepakatan kita dari dulu, nanti setelah itu baru kita rapatkan untuk masukkan kader lain tetapi DPP sudah gunakan haknya menambahkan ibu Tina," ungkap Basri.
Sementara tujuh kandidat lain yang merupakan kader Partai Golkar, tiga di antaranya mantan kepala daerah atau bupati.
Mereka yaitu mantan Bupati Wakatobi, Arhawi, eks Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan, mantan Bupati Buton La Bakry.
Kemudian Ketua AMPI Golkar Rusmin Abdul Gani. Anggota DPR RI Ridwan Bae dan Abdul Rahman Farisi serta Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga.
Selengkapnya, berikut profil singkat delapan kandidat bakal calon Gubernur Sultra yang diundang ke DPP Partai Golkar.
1. Ridwan Bae
Ridwan Bae merupakan kader Partai Golkar yang digadang-gadang maju di Pilgub Sultra. Ridwan saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara.
Ia dipastikan kembali menjabat Anggota DPR RI untuk periode 2024-2029 setelah meraih sebanyak 84.440 suara Pemilihan Legislatif atau Pileg 2024.
Ridwan Bae pernah menjabat Bupati Muna selama dua periode mulai tahun 2000 hingga 2010.
Politisi kelahiran 1 Desember 1957 ini pernah berkuliah di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1982, Jurusan Diploma Arsitektur.
Kemudian di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) untuk S1 Teknik Sipil pada 2010.
Selain menjadi politisi, Ridwan Bae juga pernah menjabat komisaris dan direktur di perusahaan.
Seperti Direktur Utama di PT MIS tahun 2013. Komisaris di PT Jasini dan Direktur Utama PT Rapesa.
2. Tina Nur Alam
Tina merupakan satu-satunya figur bakal calon Gubernur Sultra yang berstatus non kader Partai Golkar.
Ia saat ini mejabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Sultra Fraksi Partai NasDem.
Istri mantan Gubernur Sultra Nur Alam ini kembali memastikan satu kursi di DPR RI periode 2024-2029 setelah meriah 68.683 suara Pileg 2024 di Sultra.
Politisi kelahiran Kendari, 23 Maret 1964 menempuh pendidikan S1 di Universitas Halu Oleo (UHO) Jurusan Administrasi tahun 1990.
Sementara Magister atau S2 di Program Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO tahun 2011.
Sebelum berkarier di dunia politik, Tina menjabat di instansi pemerintahan saat masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Di antaranya Kabid di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabag Tata Laksana di Sekretariat Daerah (Setda) dan Kasubid Pertambangan dan Energi di Bappeda Provinsi Sultra.
Dari karier tersebut, Tina Nur Alam meriah penghargaan Manggala Karya Kencana di 2011 dan Adhikarya Satya Bhakti pada 2009.
3. Surunuddin Dangga
Surunuddin merupakan kaderm Parati Golkar yang kini menjabat Bupati Konawe Selatan dua periode.
Ia juga masuk sebagai kandidat yang bakal diusung Partai Golkar di Pilgub Sultra 2024 mendatang.
Selain berkarier di politik, Surunuddin bekerja sebagai kontraktor.
Ia kader dan pengurus DPD 1 Partai Golkar Sulawesi Tenggara sejak 1990.
Selama berkarier politik, Surunuddin sudah menjabat pemerintahan seperti pernah menjadi Anggota MPR RI utusan daerah Sulawesi Tenggara 1999-2004.
Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan 2004-2009. Anggota DPRD Sultra periode 2014-2019.
Kemudian di tahun 2016, pria kelahiran Kendari 15 Maret 1954 ini mencalonkan diri dan terpilih sebagai Bupati Konawe Selatan.
4. Rusmin Abdul Gani (RAG)
Rusmin merupakan politisi Partai Golkar juga pengusaha di Sulawesi Tengggara.
Ia juga masuk dalam radar partai yang digadang-gadang maju di Pilgub Sultra 2024.
Karier politiknya di partai pernah menjabat sebagai Bendahara DPD I Partai Golkar Sultra.
Saat ini, ia memimpin ormas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap milik Partai Golkar.
Sebagai pengusaha muda, Rusmin juga pernah menduduki jabatan penting di perusahaan yang ada di Konawe Selatan.
Bahkan pria kelahiran Kendari, 8 Desember 1980 itu pernah menjabat General Manager/Deputy Site Manager PT VDNI dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Hal itu yang membuat Rusmin dipercaya memimpin ketua di Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI), wadah organisasi untuk pengusaha asli Tolaki.
Dalam kontestasi Pilkada 2024, Rusmin pernah maju sebagai calon Bupati Konawe Selatan (Konsel) jalur independen tahun 2015.
Kemudian pada 2020 maju lagi sebagai calon bupati berpasangan dengan Senawan Silondae.
Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, politisi yang memiliki akronim RAG itu maju calon legislatif DPR RI dapil Sultra dari Partai Golkar.
5. Abdul Rahman Farisi
Nama Abdul Rahman Farisi digadang-gadang sebagai kandidat yang bakal diusung Partai Golkar di Pilgub Sultra 2024.
Bahkan Abdul juga menjadi salah nama yang mendapat surat tugas DPP Partai Golkar untuk bakal calon kepala daerah bersama Ridwan Bae.
Politisi yang memiliki akronim nama ARF itu lahir pada 1 Juli 1978. Ia juga pernah aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Rahman pernah delapan tahun menjabat sebagai Tenaga Ahli Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Rahman juga tercatat sebagai Ketua IV Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Ikafe) Universitas Hasanuddin (Unhas).
6. La Bakry
La Bakry merupakan mantan Bupati Buton yang juga dipersiapkan Partai Golkar maju di Pemilihan Gubernur Sultra 2024.
Politisi kelahiran 7 Mei 1966 ini menjabat Bupati Buton sejak 14 Mei 2018 menggantikan Umar Samiun.
Sebelumnya La Bakry menjabat Wakil Bupati Buton sejak 2012-2017.
La Bakry kecil menghabiskan pendidikan sekolah dasar di Ambon dari kelas 1 dan 2. Kemudian pindah di SDN 2 Pasarwajo Buton hingga lulus 1977.
Saat memasuki remaja, La Bakry melanjutkan sekolah di SMAN 3 Ambon. Pasca lulus, ia menempuh pendidikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Ambon.
Awal kariernya di pemerintahan dengan menjabat Kepala Urusan Pemerintahan di Kecamatan Kairatu, Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Pada 1991, ia menyelesaikan program sarjana di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IIP) di Jakarta, Jurusan Perencanaan Pembangunan tahun 1994-1997.
Saat menjabat di Provinsi Maluku, La Bakry pernah menjabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
7. Arhawi
Ketua DPD II Golkar Wakatobi, Arhawi juga dipersiapkan diusung sebagai bakal calon di Pemilihan Gubernur Sultra 2024.
Arhawi merupakan mantan Bupati Wakatobi periode 2015-2020.
Ia lahir pada 10 November 1964.
Semasa kecil Arhawi menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 2 Wanci pada tahun 1971-1977.
Lalu, SMPN Wanci pada 1981 dan SMAN 1 Baubau 1984. Pendidikan S1 ditempuh Arhawi di Universitas Malang.
Di Pilkada Wakatobi 2005, politisi yang memiliki tiga orang anak ini memulai dengan maju sebagai wakil bupati, tetapi kalah dari pasangan Hugua-Edrianto Rusmin.
Saat menjabat Ketua DPD PAN, Arhawi mencalonkann diri di pemilihan legislatif dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Wakatobi periode 2005-2009.
Pada Pilkada Wakatobi 2011, Arhawi maju sebagai wakil bupati mendampingi Hugua yang memimpin untuk periode kedua.
Pada 2015, Arhawi terpilih sebagai Bupati Wakatobi bersama wakilnya Ilmiati Daud.
Penghargaan yang pernah diperoleh Arhawi yakni Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI tahun 2018. Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Indonesia.
Serta penghargaan bidang kebudayaan dan pariwisata dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia 2019.
8. Abu Hasan
Abu Hasan merupakan politisi GPartai olkar yang memimpin Kabupaten Buton Utara (Butur) periode 2016 sampai 2021.
Sebelum bergabung ke Partai Golkar, Abu Hasan menjalani karier politiknya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Saat ini, ia juga masuk kategori yang akan diusung Partai Golkar sebagai bakal calon Gubernur atau Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara 2024. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)
DPP Golkar Undang 5 Bakal Calon Wali Kota Kendari, Siska Karina Satu-satunya Non Kader yang Diundang |
![]() |
---|
Hendrawan Mantap Maju Pilwali Kota Kendari 2024, Konsolidasi Tim Pemenangan Usai Diusul DPD Golkar |
![]() |
---|
11 Bacalon Wali Kota dan Wakil Diusung DPD Golkar Kendari, Rajab Jinik: Menangkan Meski Nonkader |
![]() |
---|
Golkar Usul 11 Nama Bakal Calon Wali Kota Kendari dan Wakilnya di Pilkada 2024, 8 Nonkader |
![]() |
---|
Sitya Giona Nur Alam Daftar Calon Wali Kota Kendari di Partai Golkar: Tetap Maju 01 Bukan Wakil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.