Selasa, 21 April 2026

Berita Kendari

Pemkot Kendari Punya Utang Perbaikan Kendaraan Dinas Rp290 Juta di Bengkel Motor

Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari berutang pembayaran perbaikan kendaraan dinas (randis) ke pemilik Toko Dunia Motor.

Tayang:
Penulis: Samsul | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Pemkot Kendari Punya Utang Perbaikan Kendaraan Dinas Rp290 Juta di Bengkel Motor
Istimewa
Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari berutang pembayaran perbaikan kendaraan dinas (randis) ke pemilik Toko Dunia Motor. Hal tersebut disampaikan pemilik Toko Dunia Motor, Lenny Chendana saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, pada Selasa (5/3/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari berutang pembayaran perbaikan kendaraan dinas (randis) ke pemilik Toko Dunia Motor.

Hal tersebut disampaikan pemilik Toko Dunia Motor, Lenny Chendana saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, pada Selasa (5/3/2024).

Lenny mengatakan Pemkot Kendari memiliki utang senilai Rp290 juta.

Di mana, bengkel miliknya sudah lama bekerja sama dengan Pemkot Kendari.

"Saya sudah lama bekerja sama dengan Pemkot Kendari untuk perbaikan kendaraan dinas sejak tahun 80-an saat Kantor Pemkot masih di Tipulu," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Cerita Sukses Gladys Agusti Owner AmistyMUA Asal Kendari, Pernah Beri Make Up Gratis Selama 2 Tahun

Pasalnya, Pemkot kendari setiap melakukan perbaikan, terlebih dahulu dilakukan pengerjaan, usai pengerjaan baru diajukan anggaran baru pembayaran.

"Saat itu masih zamannya Asrun, pengerjaan perbaikan kendaraan dinas, lalu pergantian ke ADP, kemudian ADP berganti ke Sulkarnain Kadir, saat itu kami melakukan penagihan sampai sekarang masih dijanji-janji," jelasnya.

Lenny mengatakan utang Pemkot Kendari yang belum dibayarkan masih sekitar Rp290 juta.

Ia telah berupaya melakukan penagihan, bahkan sempat memberikan keringanan tetapi hingga kini belum ada penyelesaian.

"Saya sudah berulang kali melakukan penagihan di Pemkot Kendari, pernah disuruh ke Inspektorat, sudah ketemu sama ini dan itu tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Samsul)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved