Berita Sulawesi Tenggara
Jelang Ramadhan 2024, Pj Gubernur Andap Minta Kepala Daerah Cegah Distribusi Beras ke Luar Sultra
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto meminta kepala daerah mengontol distribusi beras keluar wilayah Sultra jelang Ramadhan 1445 Hijriah
Penulis: Laode Ari | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Harga-beras-melonjak-naik.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto meminta kepala daerah mengontol distribusi beras keluar wilayah Sultra.
Hal ini untuk menjaga persediaan stok beras jelang bulan Ramadhan 1445 Hijriah.
Andap mengklaim saat ini stok kebutuhan beras tiga pekan jelang Ramadhan di Sultra masih stabil.
Pernyataan tersebt disampaikan Pj Gubernur Sultra pada rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sultra, Jumat (16/2/2024) kemarin.
"Berdasarkan data, kebutuhan beras di Sultra menjelang Ramadhan 1445 H InsyaAllah aman. Saya tadi berkomunikasi dengan Kepala Perum Bulog Sultra, Ibu Siti Mardati bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini relatif aman pada angka 27.088 ton," ungkap Pj Gubernur melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (17/2).
Baca juga: Beras di Kendari Capai Rp730 Ribu per Karung, Agen Sebut Gegara Banyak Dikirim ke Luar Sultra
Menurutnya, kebutuhan beras di Sultra per bulannya berkisar 26.627 ton, sedangkan ketersediaan beras hingga Februari 2024 sebesar 29.121 ton.
Produksi beras Sultra juga dapat dikatakan stabil, pada Februari sebanyak 8.242 ton, prognosa (perkiraan) bulan Maret 18.000 ton, April sebanyak 42.523 ton, dan Mei 2024 sebanyak 50.914 ton.
Dari hasil rapat bersama TPID tersebut, Pj Gubernur Sultra juga menginstruksikan Bupati dan Wali Kota agar mengontrol peredaran produksi beras agar tidak keluar dari Sultra.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak pada 17 Kabupaten/Kota.
Lebih lanjut, Pj Gubernur juga akan intens koordinasi dengan Perum Bulog agar segera memenuhi kebutuhan beras pada industri pertambangan yang ada di Sultra, sehingga tidak mempengaruhi harga di pasaran.
Baca juga: Niat dan Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya
Sementara itu, informasi dari TPID Provinsi Sultra mengatakan bahwa stok Gabah Kering Pangan (GKP) yang diproduksi di Sultra banyak dibeli oleh Rice Milling Unit atau RMU kapasitas besar di luar Sulawesi Tenggara.
"Dalam jangka menengah dan panjang, kami akan berupaya untuk membangun RMU dengan kapasitas besar di Kabupaten di Sultra yang merupakan sentra produksi padi. Kami juga akan perkuat permodalan pemilik RMU skala kecil agar dapat naik kelas. Jadi RMU skala menengah dan besar sehingga dapat menyerap hasil panen petani lokal di Sultra," tutup Andap. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)