Doa dan Amalan Harian
Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan, Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan, Serta Hal yang Batalkan Puasa
Niat puasa Ramadhan ini wajib dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar, biasanya niat dibaca setiap selesai salat tarawih atau ketika makan sahur.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/hal-yang-membatalkan-puasa.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini bacaan niat puasa Ramadhan dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Termasuk hal-hal yang akan disunnahkan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan akan dimuat dalam artikel ini.
Ibadah puasa Ramadhan tak terasa akan segera tiba.
Ditahun 2024 ini 1 Ramadhan 1445 Hijriah diperkirakan jatuh pada 12 Maret 2024.
Namun tanggal tersebut belum pasti karena harus menunggu keputusan dari Kementerian Agama berdasarkan hisab dan pemantauan hilal seperti tahun-tahun sebelumya.
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tentu kita harus meniatkan diri untuk melaksanaknnya.
Niat puasa Ramadhan ini wajib dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar, biasanya niat dibaca setiap selesai salat tarawih atau ketika makan sahur.
Baca juga: Kumpulan Doa Bepergian Agar Perjalanan Mudik Diberi Keselamatan Sampai Tujuan
Berbeda halnya puasa sunnah, di mana seseorang boleh baru berniat di siang harinya.
Namun dalam penerapannya, ada yang membaca niat puasa Ramadhan ini setiap malam hari di bulan Ramadhan.
Ada pula yang membacanya di awal Ramadhan saja untuk berpuasa sebulan penuh.
Melansir MUI.or.id dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap hari pada malam Ramadhan.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)
Baca juga: Doa Bepergian Mudah Dihafal, Lengkap Tulisan Arab, Latin Hingga Terjemahan
Namun menurut Mazhab Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)
Maka dari itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Baca juga: Doa Minta Kekuatan Hadapi Ujian Dunia, Selamat Dari Siksa Kubur dan Neraka, Dibaca Setelah Salat
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, untuk memenuhi kewajiban karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih)
Semoga Allah SWT melimpahkan berkah kepada kita semua di bulan suci Ramadan. Amin. Wallahu a'lam.
Melansir Tribunnews dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Kelas VIII, berikut ini hal-hal yang disunnahkan dan yang membatalkan puasa:
Hal-hal yang disunnahkan dalam puasa
- berdoa ketika berbuka puasa
- memperbanyak sedekah
- salat malam, termasuk salat tarawih
- tadarus atau membaca al Qur’an
Baca juga: Doa yang Dapat Diamalkan di Hari Jumat, Memohon Kebaikan, Rezeki Hingga Selamat Dunia Akhirat
Hal-hal yang membatalkan puasa
- Makan dan minum dengan sengaja
- Muntah yang disengaja atau dibuat-buat
- Berhubungan suami istri
- Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan
- Gila atau sakit jiwa
- Keluar cairan mani dengan sengaja
Terdapat pula hal-hal yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa adalah semua perbuatan yang dilarang oleh Islam.
Contoh perbuatan yang dilarang yakni membicarakan kejelekkan orang lain, berbohong, mencaci maki orang lain, dan sebagainya.
Orang yang Diperbolehkan Meninggalkan Puasa Ramadhan
Meski berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim, tetapi dalam keadaan tertentu seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Orang-orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa tersebut adalah sebagai berikut:
- Orang yang sedang sakit dan tidak kuat untuk berpuasa atau apabila berpuasa sakitnya semakin parah.
Namun, orang tersebut harus mengganti puasa di hari lain apabila sudah sembuh nanti.
- Orang yang sedang dalam perjalanan jauh, wajib mengqada puasanya di hari lain.
- Orang tua yang sudah lemah sehingga tidak kuat lagi untuk berpuasa.
Nantinya wajib membayar fidyah, yakni bersedekah tiap hari ¾ liter beras atau yang sama dengan itu kepada fakir miskin.
- Orang yang sedang hamil dan menyusui anak.
Jika khawatir akan menjadi mudarat kepada dirinya sendiri atau beserta anaknya, maka wanita yang sedang hamil dan menyusui wajib mengqada puasanya sebagaimana orang yang sedang sakit.
Namun jika hanya khawatir akan menimbulkan mudarat bagi anaknya, maka wajib mengqada puasanya dan membayar fidyah kepada fakir miskin.
Wallahu A'lam Bishawab
(Tribunnews.com)(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.