Menteri Pertanian ke Sulawesi Tenggara

Mentan RI Salurkan Bantuan Traktor, Benih hingga Pupuk ke Petani di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (10/1/2024).

Penulis: sawal | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (10/1/2024). Lewat kunjungan tersebut, Mentan RI mengajak para petani di Bumi Oheo untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai tempatnya lumbung pangan dunia. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (10/1/2024).

Lewat kunjungan tersebut, Mentan RI mengajak para petani di Bumi Oheo untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai tempatnya lumbung pangan dunia.

Kabupaten Konawe Utara adalah daerah istimewa karena memiliki tanah yang subur untuk akselerasi dan percepatan tanam.

"Kami sedang rancang 5 sampai 10 tahun Indonesia menjadi negara super power lewat tangan-tangan petani, kita harus berjaya untuk Indonesia lumbung pangan dunia," ujar Mentan RI saat menanam jagung bersama ribuan petani di Konawe Utara.

Mentan RI mengatakan pemerintah akan mengucurkan bantuan berupa benih, alat mesin dan pupuk kepada Konawe Utara sebagai dukungan terhadap produksi.

Baca juga: Mentan RI Amran Sulaiman Disambut Warga Konawe Utara Sulawesi Tenggara dengan Tari Mondotambe 

Berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com, Mentan RI memberikan beragam bantuan salah satunya untuk mendukung peningkatan produksi.

Untuk mendukung peningkatan produksi, Mentan RI menyerahkan traktor roda empat sebanyak 10 unit, traktor roda dua sebanyak 20 unit, combine besar 5 unit dengan nilai total setara Rp20 miliar-Rp30 miliar.

"Semua nilainya kurang lebih Rp30 miliar dan tolong dijaga dengan baik karena itu adalah kehormatan saya. Pak Kapolres, Pak Dandim tolong dijaga dengan baik jangan sampai dijual, aku titip ya," katanya.

Menurutnya, semua bantuan tersebut harus menjadi pemicu untuk peningkatan produksi padi dan jagung nasional.

Indonesia berjaya dan mampu swasembada sehingga ke depan tidak bergantung lagi pada kebijakan impor melainkan mengubahnya menjadi ekspor.

Baca juga: Cara Pemkab Konawe Utara Atasi Kemiskinan dan Stunting di Konut, Beri Bantuan Rumah hingga Pangan

Sektor pangan berjaya karena komunitasnya adalah ekspor. Kalau krisis kesehatan Covid-19 bisa dilewati, tapi kalau krisis pangan itu melompat ke krisis politik dan konflik sosial.

"Makanya kita akan program menjadi lumbung pangan dunia dimulai dari Konawe Utara dan daerah lainya," harapnya.

"Yang juga sangat penting saat ini adalah membangun keberlanjutan food estate sebagai fondasi kuat dalam memperkokoh sektor pangan bangsa," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sawal)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved