Wisata Sulawesi Tenggara
Daftar Spot Wisata Pulau Labengki Konawe Utara: Danau Kembar, Blue Lagoon, Teluk Cinta, 'Raja Ampat'
Berikut daftar spot wisata yang terletak di Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara atau Sultra.
Penulis: Naufal Fajrin JN | Editor: Aqsa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/spot-wisata-Pulau-Labengki-Konawe-Utara-Sulawesi-Tenggara-atau-Sultra-lokasi-wisata-pulau.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut daftar spot wisata yang terletak di Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara atau Sultra.
Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Labengki, Kamaruddin, destinasi wisata tersebut merupakan sebuah kepulauan yang di dalamnya terdapat beragam spot wisata.
Beberapa spot berwisata tersebut menyajikan keunikannya tersendiri.
“Ada beberapa spot yang paling menarik,” katanya saat ditemui TribunnewsSultra.com di kediamannya, Pulau Labengki, Desa Labengki, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra, Rabu (6/12/2023) lalu.
Berikut selengkapnya daftar spot wisata yang terletak disalah satu lokasi wisata pulau di Sulawesi Tenggara yang dijuluki miniatur Raja Ampat tersebut:
1. Danau Tobelo
Meski Pulau Labengki merupakan wilayah kepulauan yang dikelilingi lautan yang cukup luas, pulau tersebut ternyata memiliki danau.
Baca juga: Pulau Labengki Sultra Tujuan Wisatawan Mancanegara, Spot Wisata, Fasilitas Hingga Tarif Berwisata
Kendati demikian, Danau Tobelo tak seperti danau pada umumnya.
Akses menuju ke danau tersebut dapat dikatakan sulit dan memerlukan usaha ekstra.
Para wisatawan yang tetap ingin menyambangi Danau Tobelo harus bersiap memasuki gunung karang yang membentuk gua yang tak cukup luas.
Tak hanya itu, bebatuan di bawahnya pun cukup tajam dan dapat melukai kaki apabila tak berhati-hati.
Kamaruddin menjelaskan, akses yang sempit dan cukup berbahaya untuk menuju Danau Tobelo itu memiliki sejarahnya sendiri.
Dahulu, dikatakan Kamaruddin, Danau Tobelo kerap digunakan sebagai tempat persembunyian Suku Bajo dari kejaran perompak.
Itulah mengapa, spot wisata ini disebut sebagai salah satu spot wisata yang hendak menonjolkan nilai sejarah tersendiri di pulau tersebut.
“Dulu itu tempat persembunyiannya Suku Bajo,” katanya.