Berita Wakatobi

Sosok Waode Nurmayani Mahasiswi S2 Asal Wakatobi Wakili Indonesia Ikuti Short Internship di Taiwan

Inilah sosok Waode Nurmayani, mahasiswa Magister asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara menjadi perwakilan Indonesia dalam program Beasiswa Short Course.

|
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Inilah sosok Waode Nurmayani, mahasiswi Magister asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi perwakilan Indonesia dalam program Beasiswa Short Course 2023 di Taiwan. Waode Nurmayani merupakan anak kedua dari empat bersaudara, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan jenjang Magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah sosok Waode Nurmayani, mahasiswi Magister asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi perwakilan Indonesia dalam program Beasiswa Short Internship 2023 di Taiwan.

Waode Nurmayani merupakan anak kedua dari empat bersaudara, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan jenjang Magister di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) ini juga memiliki kemampuan berbahasa Mandarin, sehingga selain memiliki kesibukan menyelesaikan tesis, ia juga mengajar bahasa Mandarin secara online.

Waode Nurmayani mengatakan Beasiswa Taiwan Experience Education Program (TEEP) ini bernama Beasiswa Short-term Professional Internship yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Taiwan, yang diikuti oleh mahasiswa S1, S2 dan S3 dari berbagai negara.

Ia mendapatkan kesempatan untuk internship selama delapan bulan di Taiwan, yakni mulai dari 26 Desember 2022 hingga 31 Agustus 2023.

Baca juga: Ahmad Fauzy Adik Yusuf Kardawi Mahasiswa Korban Penembakan di Kendari Raih Penghargaan SPN Anggotoa

"Enam bulan pertama saya di National Changhua University of Education (NCUE), dan dua bulan selanjutnya saya di perusahaan JHBiotech Taiwan," kata Waode Nurmayani, Senin (11/9/2023).

Selama di Kampus NCUE, Nurmayani tergabung di Laboratorium Moleculer Neuroendocrinology, dan juga melakukan field trip bersama teman-teman foreignersnya yang ada di NCUE.

Sedangkan di JHBiotech Taiwan, ia ditugaskan menulis beberapa artikel yang berhubungan dengan peternakan, yang kemudian artikel ini akan dikirim ke JHBiotech di USA.

Selain itu, di perusahaan JHBiotech ini, Nurmayani mendapatkan tambahan pendanaan dan juga berkesempatan mengunjungi beberapa industri peternakan di Taiwan.

"Untuk tahap seleksi program beasiswa ini ada dua yakni, berkas yang terdiri dari CV, sertifikat prestasi dan surat rekomendasi, kemudian wawancara dengan menggunakan bahasa Inggris," tuturnya.

Baca juga: Rahmat Suam Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kendari, Gantikan Abdul Razak Usai Gabung ke PPP

Ketika di NCUE, delegasi dari Indonesia untuk program beasiswa ini ada dua orang dan satu dari Thailand.

Namun ketika di perusahaan JHBiotech, Nurmayani merupakan satu-satunya foreigner yang internship di perusahaan tersebut.

"Dengan adanya pengalaman dari program ini, saya berharap ke depannya bisa menjadi dosen tamu di kampus-kampus di Sultra, dan membentuk komunitas anak muda di Wakatobi," ujarnya.

"Kemudian bisa menjadi inspirasi para anak muda, bahwa walaupun anak daerah, kita tetap harus punya mimpi yang tinggi dengan cara meningkatkan ikhtiar, dan kuatkan doa," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved