Berita Kendari
Pakaian Bekas Masih Jadi Primadona Warga Kendari Sulawesi Tenggara, Sebut Tidak Ada Samanya
Lapak pakaian bekas impor atau yang dikenal dengan istilah "RB" masih menjadi primadona bagi beberapa warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Naufal Fajrin JN | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lapak pakaian bekas impor atau yang dikenal dengan istilah "RB" masih menjadi primadona bagi beberapa warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu salah satunya nampak di lapak pakaian bekas sekitar kawasan Pasar Lawata, Kecamatan Mandonga, Jumat (25/8/2023).
TribunnewsSultra.com memantau aktivitas sejumlah warga yang sedang thrifting di sepanjang lapak tersebut.
Thrifting merupakan istilah bagi warga yang sedang berburu pakaian bekas.
Sejumlah warga terlihat mulai memadati kawasan tersebut saat menjelang petang.
Baca juga: Wahana Kapal Wisata Anjungan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara Diresmikan, Segini Harga Tiketnya
Bahkan, tak jarang, kemacetan terjadi lantaran kendaraan warga banyak terparkir di sepanjang bahu jalan, tepat di depan lapak RB.
Salah seorang warga yang ditemui TribunnewsSultra.com adalah Dwi Ariyanto (23).
Saat itu, ia sedang mencoba beberapa helai baju yang ia temukan dari lapak tersebut.
Dwi Ariyanto mengaku, ia cenderung menyukai RB lantaran harga yang terpaut lebih murah ketimbang harga baru yang tersedia di toko resmi.
"Harganya terjangkau dan biasanya pakaian yang saya dapatkan tidak ada samanya. Terlihat mahal padahal murah ji," ungkapnya.
Baca juga: Promo Paket Wisata di Namu Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Harga hingga Fasilitas yang Ditawarkan
Tak tanggung-tanggung, ia bahkan membuat jadwal thrifting setiap awal bulan ketika ia baru saja gajian dari tempat ia bekerja.
"Ada, sore, setiap gajian. Saya biasanya beli dua pasang baju juga dua pasang celana," lanjutnya.
Sementara itu, Ana, salah satu pemilik lapak RB mengaku tak pernah kehilangan pembeli setiap harinya meski dalam arti intensitas kedatangan pembeli naik-turun.
"Tergantung bulan. Kalau tanggal muda ramai. Tapi setiap hari sebenarnya ada ji," terangnya.
Kendati seperti itu, ia konsisten membuka lapaknya setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 Wita.
Baca juga: Kain Tenun Tradisional Asal Kabupaten Muna Karya Sitti Erni Akan Dilelang, Harga Mulai Rp2,8 Jutaan
"12 jam di sini," ujarnya. (*)
(TribunnewsSultra.con/Naufal Fajrin JN)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.