589 Kematian Jamaah Haji Tembus Angka Psikologis, Tertinggi PascaTragedi Terowongan Mina Tahun 1990

Angka kematian harian jamaah haji menembus angka psikologis, 589 jamaah wafat pada Rabu (12/7/2023), atau hari ke-50 misi haji Indonesia.

Penulis: thamzil_thahir | Editor: Desi Triana Aswan
Tribunnews/Thamzil Thahir
LUAR TENDA - Jamaah haji Indonesia dari embarkasi Solo di Maktab 70 Jawa Tengah tidur di luar tenda, pada 10 Dzulhijjah 1444 H. jamaah wafat harian per Rabu (12/7/2023) tercatat 589. Ini rekor tertinggi dalam 30 tahun terakhir. 

Rekor Tertinggi

Rekor kematian tertinggi jamaah haji Indonesia, terjadi 2 Juli 1990, saat tragedi terowongan Al Muassin Mina, 33 tahun silam.

Kala itu, 1.420 jemaah Indonesia dan Malaysia dilaporkan meninggal. Pemicunya karena sesak nafas, setelah benturan rombongan sekitar 27 ribu jamaah dari dan ke arah jamarat.

Soal jumlah korban dari jamaah Indonesia tiga dekade lalu, media-media mengumumkan angka berbeda.
Ada media melansir 560, ada juga yang menyebut lebih dari 600.

Majalah TEMPO edisi 14 Juli 1990, dari total 1.400 korban jiwa, 631 orang jamaah haj Indonesia. Sementara Harian KOMPAS, edisi 13 April 1991, melaporkan angka 649 jiwa.

Dibanding negara lain, korban dari Indonesia terbanyak. Sebagai kompensasi kedukaan, Kerajaan Arab membangun lima Rumah Sakit Haji di empat embarkasi/debarkasi haji diantaranya, Pondok Gede Jakarta (JKG), RS Haji Surabaya (SUB), RS Haji Medan (MES), dan RS Haji Ujungpandang (UPG).

Baca juga: Plh Wali Kota Kendari Ridwansyah Taridala Doakan Asmawa Tosepu dan Jamaah Haji Sulawesi Tenggara

Tingginya angka kematian jamaah haji tahun 2023 ini, juga selaras dengan tingginya rasio jamaah haji lansia, yang mencapai 31,5 persen dari total kuota jamaah haji 229 ribu.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Hilman Latief, mengkonfirmasikan satu pemicu itu, saat ditanya wartawan di Daker Madinah, Selasa (11/7/2023).

"Untuk soal itu tanya ke KHI (kesehatan haji Indonesia), " kata Hilman.

Sejauh ini pihak KHI belum memberi jawaban resmi soal tingginya angka kumulatif kematian harian yang catat rekor.

Data olahan Tribun dari Siskohat Kemenag dan Data KHI dalam 4 hari terakhir (periode 8 hingga 12 Juli 2023), ada 87 jamaah wafat.

Sabtu (8/7) dirilis 508 jamaah meninggal. Dan empat hari kemudian, Rabu (12/7) tercatat 589 kasus kematian.
Rerata kematian harian antara 10 hingga 15 kasus. Selasa (11/7) misalnya ada 18 jamaah wafat dan Rabu (12/7/2023) turun jadi 11 kasus.

Jamaah haji Indonesia dari embarkasi Solo di Maktab 70 Jawa Tengah tidur di luar tenda 2
LUAR TENDA - Jamaah haji Indonesia dari embarkasi Solo di Maktab 70 Jawa Tengah tidur di luar tenda, pada 10 Dzulhijjah 1444 H. jamaah wafat harian per Rabu (12/7/2023) tercatat 589. Ini rekor tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Rilis kantor konsulat jenderal Indonesia di Jeddah, pekan lalu, menyebut kumulatif harian jamaah wafat terjadi di puncak musim haji (27 hingga 30 Juli 2023). Dalam perideo tiga hari itu, ada 200 kasus kematian dengan rerata kasus perhari 60 hingga 70 kasus.

Data dashboard siskohat juga mengkonfirmasi bahwa dari 71,9 persen kasus kematian, berada di rentang usia lanjut usia (65 hingga 97 tahun).

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukan angka kematian jamaah haji Indonesia mencapai 555 per Selasa (11/7/2023).

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved