Harga Bahan Pokok di Kendari
UPDATE Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kendari Memasuki Mei 2023, Telur, Tomat hingga Cabai
harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau turun, usai Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Muhammad Israjab
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ini harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau turun, usai Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Penurunan harga hampir serentak terjadi seluruh bapok, mulai beras, telur, cabai, tomat, sayuran hingga daging sapi.
Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae mengatakan beberapa bapok sebelumnya memang mengalami kenaikan harga saat sebelum memasuki bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Harga Bawang hingga Sayuran 4 Hari Pasca Lebaran 2023 di Pasar Andonohu, Cabai Rawit Rp60 Ribu
Namun saat ini secara bertahap semua kebutuhan pokok tersebut harganya mulai turun.
"Karena ketersediaan itu memang dari awal kita sudah sampaikan untuk Kota Kendari sampai 6 bulan ke depan, sekitar bulan 9 itu masih bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."
"Sehingga hasil pemantauan teman-teman juga yang terjadi di empat pasar termasuk pasar Mandonga hampir rata bahan-bahan itu turun," ujarnya kepada TribunnewsSultra.com, di Pasar Basah Mandonga Kendari, Minggu (30/4/2024).
Alda mengaku pihaknya terus menjaga agar kestabilan harga dan ketersediaan bapok tetap aman.
Ia juga mengingatkan para pedagang agar menjual dengan harga yang sesuai, meskipun ada kenaikqn namun harus masih wajar.
Baca juga: Harga Ayam dan Daging Sapi di Pasar Raya Mekongga Kolaka Sulawesi Tenggara, Tulang Dijual Rp130 Ribu
Sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Ini akan normal secara otomatis, penurunan atau kenaikan harga itu biasa tapi jangan melampaui harga yang sudah ditetapkan," bebernya.
Penjual beras, Pargon mengatakan saat ini harga beras sudah turun sekiranya Rp40 ribu, untuk ukuran 50 kilo, sejak 4 hari terakhir.
Seperti beras kepala super sebelumnya harga modal Rp590 ribu - Rp600 ribu per karung, dijual Rp640 ribu sampai Rp650 ribu, kini dijual Rp540 ribu - Rp600 ribu.
Kemudian harga per liternya ada penurunan sekira Rp2.000 dari Rp11 ribu - Rp12 ribu menjadi Rp10 ribu - Rp11 ribu. Ukuran 5 kilo dijual dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu.
"Karena panen, kalau sudah panen harganya turun tapi kalau gagal panen atau panennya bersamaan itu yang parah stokisnya juga bersamaan habis nanti pasti akan ada kenaikan. Tapi per hari ini semua turun harganya karena panennya satu-satu. Saya stok dari koltim atau Konawe," bebernya.
Baca juga: Harga Daging Sapi Naik di Kendari Sulawesi Tenggara, Diserbu Ibu-ibu Jelang Lebaran Idulfitri 2023
Penjual daging sapi di Pasar Basah Mandonga, Daeng Nompo mengatakan harga daging sapi turun tidak signifikan yakni hanya Rp5 ribu per kilonya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Harga-Bahan-Pokok-di-Pasar-Tradisional-Kendari.jpg)