Jumat, 15 Mei 2026

Gelombang Panas di India di Luar Perkiraan Ilmuwan, Ini Penyebab hinga Dampaknya

Fenomena gelombang panas India telah yang merenggut belasan nyawa. Per Jumat (28/04/2023), sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Risno Mawandili
zoom-inlihat foto Gelombang Panas di India di Luar Perkiraan Ilmuwan, Ini Penyebab hinga Dampaknya
Istimewa
Fenomena gelombang panas India telah yang merenggut belasan nyawa. Per Jumat (28/04/2023), sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia. 

Kini, heatwave terjadi pada Maret-April.

"Sehingga negara-negara di Asia tersebut mengalami 'kepanikan' membayangkan seberapa ekstrem yg akan mereka alami saat puncak musim panas terjadi Juli nanti," tulisnya di Twitter.

Baca juga: Trailer Kedua Film Transformers: Rise of the Beasts Rilis, Ada Unicorn Musuh Terbesar Hancurkan Bumi

Gelombang Panas akan Berlanjut

Dilansir dari Kompas.tv, berdasarkan laporan Departemen Meteorologi India (IMD), durasi gelombang panas ekstrem di negara itu akan bertambah panjang pada 2060.

Sementara dilaporkan The Free Press Journal, Rabu (26/4/2023), IMD mengeluarkan laporan terbaru berjudul Proses dan Prediksi Gelombang Panas dan Dingin di India pada Selasa (25/4/2023).

Laporan tersebut mengatakan sebagian besar wilayah India, termasuk di kawasan semenanjung dan pantai, akan mengalami peningkatan durasi gelombang panas menjadi 12 hingga 18 hari pada 2060.

Laporan itu merekomendasikan rencana respons komprehensif untuk gelombang panas yang mencakup strategi adaptasi berbasis budaya, kelembagaan, teknologi dan ekosistem.

Rekomendasi dalam laporan itu meliputi peningkatan bangunan India melalui ventilasi dan isolasi.

Selain itu, meningkatkan kesadaran tentang tekanan panas, memodifikasi jadwal kerja, menawarkan peringatan dini, dan mengembangkan tempat perlindungan yang sejuk.

Menurut penelitian IMD, gelombang panas telah membunuh lebih banyak orang di India daripada bencana alam lainnya, kecuali siklon tropis.

Mereka menganalisis klimatologi dan kejadian gelombang panas dengan menggunakan data dari tahun 1961 hingga 2020.

IMD menyatakan gelombang panas terjadi ketika suhu maksimal melebihi 40 derajat Celsius dan 4,5 derajat di atas normal.

Ketika suhu melebihi 40 derajat Celsius dan 6,5 derajat di atas rata-rata, maka dinyatakan terjadinya gelombang panas yang parah.

Gelombang panas paling sering terjadi dari Maret hingga Juni di India bagian tengah dan barat laut serta di sepanjang pantai Andhra Pradesh dan Odisha.

Rata-rata lebih dari dua gelombang panas terjadi di seluruh bagian utara India, serta pesisir Andhra Pradesh dan Odisha.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved