Guru Honorer Dipecat Kritik Ridwan Kamil Pakai Kata Maneh, Gubernur: Coba Bilang Itu ke Ibu Kandung

Begini duduk perkara guru honorer dipecat usai melayangkan kritik ke Ridwan Kamil dengan kata maneh. Bagi Ridwan Kamil kata tersebut kasar dilontarkan

Kolase Tribunnewssultra.com
Begini duduk perkara guru honorer dipecat usai melayangkan kritik ke Ridwan Kamil dengan kata maneh. Bahkan sang Gubernur Jawa Barat itu juga menyebut jika saja kalimat tersebut dilontarkan ke ibu kandung tentu tak sopan. Terlebih, maneh memiliki arti yang kasar dan digunakan oleh seorang guru. Atas hal tersebut, Ridwan Kamil pun kesal dan mencoba menegur guru tersebut. 

CKCKCKCKCKKCKCKCKCKCK

Saking juaranya," cuit akun Instagram @__***tm__

Thread itu sontak menjadi pembahasan netizen lainnya.

"Ridwan Kamil pake jas warna kuning saat zoom meeting.

Guru honorer yg juga kader PKS ini gak suka RK pake jas kuning Golkar, lalu guru ini protes dgn komen di akun RK.

Begitu ceritanya.
Kalo begini kronologisnya, keduanya ya salah.

Baca juga: Viral Kejadian Dialami Ridwan Kamil di Makam Eril, Kerap Lihat Kucing, Titip Pesan Jaga Putranya

Guru terlalu baper.
RK terlalu emosional," cuita lagi akun lainnya.

Ridwan Kamil Pin Komentar Sabil

Ridwan Kamil mengungkapkan alasan dirinya menandai komentar Muhammad Sabil Fadilah (34) dalam postingannya.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengaku sengaja menandai komentar itu karena dianggapnya Sabil tidak sopan terhadap dirinya sebagai seorang Gubernur Jawa Barat.

"Oh gini, Kang, kalau saya nge-pin, itu saya sedang mengedukasi kepada orang-orang yang kadang komennya enggak pakai fakta. Saya klarifikasi, sebenarnya itu," kata Emil, kepada Kompas.com, di Kuningan, Jawa Barat pada Rabu (15/3/2023).

"Jadi pertanyaan, saya tanya ke akang, kita mengizinkan enggak orang berbicara kasar? Kan enggak. Nanti ditiru, makanya diedukasi," ujar Emil.

Terkait kata "maneh" yang digunakan Sabil, Emil jelaskan soal Undak Usuk Bahasa Sunda.

Emil menganalogikan seorang anak kepada orangtua yang menggunakan kata 'maneh'

Sabil yang seorang guru SMK honorer asal Cirebon, Jawa Barat harus mengedepankan kesopanan ketika berhadapan dengannya yang merupakan orang nomor satu di Jawa Barat.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved