Berita Kendari
Napi Lapas Kendari Dilatih Pertukangan Kayu dan Batu hingga Tata Boga, Kerja Sama Lembaga Pelatihan
Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari kerja sama pihak ketiga guna meningkatkan mutu pelatihan keterampilan bagi para warga binaan.
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Napi-Lapas-Kendari-Dilatih-Pertukangan-Kayu-dan-Batu-hingga-Tata-Boga-Kerja-Sama-Lembaga-Pelatihan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari kerja sama pihak ketiga guna meningkatkan mutu pelatihan keterampilan bagi para warga binaan.
Kerja sama ini ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lapas Kelas II A Kendari dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Metrosehat dan Workshop Engineering Metroriset.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas II A Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (21/2/2023).
Kepala Lapas Kelas II A Kendari, Tapianus Antonio Barus mengatakan untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan pembinaan di Lapas harus ada unsur lain yang terlibat.
Menurutnya, tidak hanya petugas yang selalu harus jadi aktor dalam proses pembinaan, tetapi diharapkan peran pihak lain terutama dari masyarakat itu sendiri.
Baca juga: Mengenal Posbindu Program Unggulan Lapas Kendari, Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Bagi Napi Lansia
"Keberhasilan fungsi Lapas tidak bisa hanya dari petugas, pihak lain harus terlibat misalnya pemerintah, swasta, instansi-instansi, dan masih banyak lagi," ujarnya.
"Kemudian kembali kepada yang dibina, apakah mereka mau untuk mengikuti kegiatan pembinaan,” jelasnya menambahkan.
Kemudian, agenda yang akan dilakukan oleh pihak Lapas setelah adanya penandatanganan MoU tersebut, berbagai macam kegiatan pelatihan akan dilakukan.
Sebanyak 20 orang warga binaan akan dilatih keterampilan pertukangan kayu. Kemudian 40 orang warga binaan juga nantinya akan mengikuti keterampilan pertukangan batu.
Selain itu, nantinya akan ada pula pelatihan tata boga. Dalam pelatihan ini sebanyak 20 orang warga binaan akan diikutkan untuk mengikuti pelatihan pembuatan roti.
Baca juga: Petugas Lapas Kelas II A Kendari Dibekali Bela Diri Kempo, Didampingi FKI Sulawesi Tenggara
Selain itu, Lapas Kelas II A Kendari juga telah menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam rangka mendukung pelaksanaan pelatihan nantinya.
"Jadi semua peralatan dan fasilitas kita siapkan. Nanti pihak lembaga pelatihan tinggal siapkan instruktur dan pembimbing," kata Antonio Barus.
Nantinya, LPKS Metrosehat dan Metroriset akan menilai dan menerbitkan sertifikat telah melakukan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi peserta yang dinyatakan lulus.
Sehingga dengan hal tersebut Antonio Barus berharap para napi memiliki bekal dan keterampilan yang nantinya bisa digunakan saat mereka kembali ke masyarakat.
"Kami berharap saat para napi ini nanti kembali ke masyarakat mereka punya bekal dan menggunakan keterampilannya saat sudah menjalani masa hukuman dan kembali ke masyarakat," harapnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Mukhtar Kamal)