Berita Kendari

UHO Kendari Ajukan Banding Kasus Penyerobotan Lahan di Pengadilan Negeri, Beberkan Kejanggalan

Universitas Halu Oleo atau UHO mengajukan banding usai kalah dalam perkara kasus penyerobotan lahan di Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Universitas Halu Oleo atau UHO mengajukan banding usai kalah dalam perkara kasus penyerobotan lahan di Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal tersebut disampaikan saat konferensi pers di Rektorat UHO Kendari, Senin (16/1/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Universitas Halu Oleo atau UHO mengajukan banding usai kalah dalam perkara kasus penyerobotan lahan di Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tim Kuasa UHO Kendari, Ramadani mengatakan langkah ini diambil karena dalam putusan pengadilan banyak hal dirasanya keliru.

Kata dia, misalnya saja sejumlah dokumen hingga saksi diberikan penggugat yang tak sinkron secara logika saat proses pengadilan berjalan.

"Jadi surat-surat diajukan penggugat katanya menguatkan satu sama lain, tetapi jika dicermati secara obyektif, kita dapat menemukan justru dokumennya saling melemahkan antara satu dengan yang lain," katanya pada Senin (16/1/2023).

Senada, Tim Kuasa Hukum UHO Kendari, Dr Herman mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam putusan pengadilan atas kasus ini pun ia temukan.

Baca juga: Pemilik Lahan Imbas Perluasan Bandara Haluoleo Tolak Ganti Rugi Rp50 Ribu Per Meter: Tidak Manusiawi

"Keterangan saksi yang tak saling sama. Kita juga sempat sidang lokasi dan saksi maupun kuasanya menunjukkan batas yang berbeda," ungkap Dr Herman.

"Bagaimana mungkin itu obyek yang bukan barang bergerak tetapi ukurannya bisa berbeda-beda," jelas Dekan Fakultas Hukum UHO menambahkan.

Sementara itu, Wakil Rektor II UHO, Prof Dr Ir Weka Widayati berharap pengajuan banding ini dapat disetujui dan gugatan atas kasus sengketa lahan dapat dimenangkan UHO.

"Kita minta doanya semoga hak-hak ini dapat kembali menjadi milik UHO karena bukan untuk siapa tetapi demi kepentingan pendidikan bangsa dan negara," ujarnya.

UHO Kendari digugat atas penyerobotan lahan milik warga bernama Sugiati di Jalan Prof Dr Abd Rauf Tarimana, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Pengosongan Lahan di Lapak Es Kelapa Muda Korumba, Jalan Buburanda - Made Sabara Dialihkan

Kasus ini bergulir di pengadilan hingga akhirnya dimenangkan penggugat (Sugiati) dalam putusan Pengadilan Negeri Kendari beberapa bulan lalu. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved