Berita Konawe

Guru Ngaji di Konawe Sultra Diduga Rudapaksa 3 Santri Berkali-kali di Tempat Berbeda Hingga Diancam

Seorang guru ngaji di Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe diduga rudapaksa tiga santrinya berkali-kali.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Desi Triana Aswan
Tribun Jateng
Ilustrasi Rudapaksa-Tribun Jateng 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Seorang guru ngaji di Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga rudapaksa tiga santrinya berkali-kali.

Kapolsek Abuki, IPTU Made Adi Ismanto mengatakan, pelaku berinisial S melakukan rudapaksa kepada korban yang berinisial L, MN dan AA.

"Korban Inisial L disetubuhi oleh pelaku sebanyak 6 kali dengan lokasi yang berbeda yaitu di belakang mushollah, Balai Desa Padangguni Utama dan di WC Balai Desa Padangguni Utama," kata IPTU Made Adi kepada TribunnewsSultra.com, Senin (28/11/2022).

Adapun modus operandi pelaku, kata dia, dilakukan dengan cara mengancam korban apabila tidak mau disetubuhi maka akan melaporkan ke orang tuanya karena korban Inisial L telah memakai uang iuran untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Pemuda di Baubau Sulawesi Tenggara Ditangkap Polisi usai Rudapaksa Gadis 18 Tahun di Kamar Kos

Selanjutnya korban Inisial MN, disetubuhi oleh pelaku sebanyak 4 kali dengan lokasi yang berbeda yaitu di belakang balai Desa Padangguni Utama, Balai Desa Padangguni Utama dan di WC Balai Desa Padangguni Utama.

"Adapun modus operandi yang dilakukan menurut pelaku yaitu pelaku mengancam korban apabila tidak mau disetubuhi maka akan melaporkan ke orang tuanya karena korban Inisial MN telah bekerjasama dengan korban Inisial L memakai uang iuran untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

Kemudian korban Inisial AA, disetubuhi oleh pelaku sebanyak 6 kali dengan lokasi yang berbeda.

Diantaranya, di belakang Balai Desa Padangguni Utama, Balai Desa Padangguni Utama dan di belakang Mushollah Desa Padangguni Utama.

"Pelaku mengancam korban apabila tidak mau disetubuhi maka akan melaporkan ke orang tuanya karena korban Inisial AA telah bekerjasama dengan korban Inisial L dan Inisial MN memakai uang iuran untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

Menurut pengakuan pelaku, IPTU Made Adi menjelaskan, tindak persetubuhan anak tersebut dilakukan dengan cara menyuruh korban untuk membuka celana dalamnya. 

Namun, keterangan pelaku dan ketiga korban berbeda saat diperiksa petugas.

"Ketiga orang korban mengaku bahwa pelaku mengancam korban dengan mengatakan bahwa orang tua korban akan masuk penjara apabila korban tidak mengikuti kemauan pelaku karena korban memiliki hutang kepada pelaku," jelasnya.

Ilustrasi Rudapaksa-Tribun Jateng
Ilustrasi Rudapaksa-Tribun Jateng (Tribun Jateng)

IPTU Made Adi menyebut, saat ini pelaku telah di proses dan dilakukan penahanan di Polsek Abuki sejak 25 November 2022 lalu.

Berdasarkan laporan Polisi LP / 08 / XI / 2022 / SEK ABUKI Tanggal 24 November 2022, LP / 09 / XI / 2022 / SEK ABUKI Tanggal 24 November 2022, dan LP / 10 / XI  / 2022 / SEK ABUKI Tanggal 24 November 2022.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved