Video Viral

Terkuak Sosok Pendeta Rudolf Tobing, Pembunuh Wanita yang Beri Senyum Mengerikan di Lift Apartemen

Berikut ini sosok pendeta Rudolf Tobing yang ramai jadi perbincangan usai diduga membunuh seorang wanita.

Kolase Tribunnewssultra.com
Berikut ini sosok pendeta Rudolf Tobing yang ramai jadi perbincangan usai diduga membunuh seorang wanita. Bahkan rekaman video CCTV sempat viral di media sosial menunjukan sosok Rudolf Tobing yang memberi senyuman di lif apartemen tempat pembunuhan terjadi. Ia mendorong troli yang sudah diisinya dengan mayat dalam bungkusan plastik hitam. Rudol Tobing ini bahkan dikabarkan merupakan seorang pendeta. Identitasnya pun terkuak di publik setelah wajahnya yang terekam CCTV itu beredar di media sosial. 

"Ada beberapa titik CCTV yang mengarah kepada kendaraan yang digunakan pelaku," ujar K Kompol Herman.

Jasad korban berinisial AYR yang sudah dibungkus menggunakan plastik itu kemudian dibuang ke kolong Tol Becakayu.

"Iya, Avanza putih," kata Herman.

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. (newindianexpress.com)

R pun ditangkap oleh penyidik di kawasan Pondok Gede.

Atas perbuatannya, kata Hengki, pelaku R dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ditemukan Luka di Jasad

Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon mengatakan terdapat luka di bagian kepala pada jasad wanita terbungkus plastik yang ditemukan di bawah Tol Becakayu.

Luka tersebut, lanjut dia, belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian karena proses autopsi masih dilakukan tim Forensik RS Polri.

"Luka benda tumpul saja dia di bagian kepala. Jadi, kami masih menunggu nanti penyebab meninggalnya adalah hasil autopsi," kata Herman kepada wartawan, Selasa (18/10/2022).

Dia memastikan, jasad korban ditemukan dalam keadaan utuh terbungkus plastik warna hitam yang dilakban.

Pada bagian kaki korban, ditemukan tali yang mengikat keduanya.

Motif Pembunuhan dan Pelaku Seorang Pendeta

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi bahwa tersangka R membunuh korban di kamar apartemen.

Motif disangka karena sakit hati.

"Jadi korban dengan tersangka ini rekan kerja. Tersangka mengajak korban ke apartemen. Setibanya di apartemen, mereka ngobrol soal podcast," jelas Hengki kepada wartawan, Rabu (19/10/2022).

Hengki mengatakan tersangka membunuh korban karena sakit hati atas perkataan korban.

Namun, polisi saat ini masih menggali motif tersebut, mengingat barang-barang milik korban dibawa tersangka.

"Kami masih menggali soal motif. Keterangan sementara karena sakit hati, tetapi masih kami dalami karena ada barang-barang korban yang diambil," tuturnya.

Pelaku yang merupakan rekan kerja awalnya menjemput korban di apartemen Pramuka, Jakarta Timur.

Pembunuhan ini terjadi Senin (17/10/2022), bermula ketika keduanya mengobrol dan korban mendapatkan telepon dari seorang pria.

Pelaku kesal karena korban mendapat panggilan masuk dari seorang pria yang tidak disukai.

Keduanya bertengkar dan korban mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku kesal sampai pelaku lantas membanting korban hingga jatuh ke kasur.

Korban sempat ingin meminta tolong kepada orang lain menggunakan handphone-nya.

Melihat hal itu, pelaku mencekik korban hingga tewas.

Tersangka kemudian mencoba menghilangkan jejaknya.

Ia membungkus jasad korban dengan kantong plastik.

Polisi saat ini masih menggali motif tersebut, mengingat barang-barang milik korban dibawa tersangka.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku melakukan pembunuhan itu karena sakit hati.

(TribunManado.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved