Legislator Buton Selingkuh

Tak Sesuai Ekspektasi, Ketua IPNU Buton Kecam Dugaan Anggota DPRD Selingkuh: Jangan Pilih Lagi

Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cabang Kabupaten Buton yang menilai kader PKS berinisial LS itu sangat tidak mencerminkan hal yang patut dicontoh

Penulis: La Ode Muh Abiddin | Editor: Desi Triana Aswan
Kolase Tribunnewssultra.com
Beredarnya polemik dugaan perselingkuhan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendapat kecaman keras. Kecaman itu kembali dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cabang Kabupaten Buton yang menilai kader PKS berinisial LS itu sangat tidak mencerminkan hal yang patut dicontoh. Selain itu, kecaman juga bermunculan dari masyarakat Kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton yang merupakan wilayah daerah pemilihan (Dapil) LS. Ketua IPNU Cabang Kabupaten Buton Sahrul mengatakan, oknum anggota DPRD Buton dari fraksi PKS sama sekali tidak menunjukkan sifat sesuai visi dari PKS. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Beredarnya polemik dugaan perselingkuhan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendapat kecaman keras.

Kecaman itu kembali dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cabang Kabupaten Buton yang menilai kader PKS berinisial LS itu sangat tidak mencerminkan hal yang patut dicontoh.

Selain itu, kecaman juga bermunculan dari masyarakat Kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton yang merupakan wilayah daerah pemilihan (Dapil) LS.

Ketua IPNU Cabang Kabupaten Buton Sahrul mengatakan, oknum anggota DPRD Buton dari fraksi PKS sama sekali tidak menunjukkan sifat sesuai visi dari PKS.

Ia menjelaskan, PKS merupakan salah satu partai politik yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam berpolitik.

Baca juga: Hasil Klarifikasi Anggota DPRD Buton LS Usai Dipanggil DPD PKS Imbas Kasus Dugaan Perselingkuhan

"Pasalnya LS merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten Buton dari fraksi PKS yang notabenenya PKS selalu mengedepankan nilai-nilai Islam dalam berpolitik," terangnya kepada media ini, Sabtu (15/10/2022).

"Visinya itu sepengetahuan kami adalah partai islam rahmatan lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI," lanjutnya.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Buton tersebut sangat bertentangan dengan ekspektasi dari masyarakat yang berada di wilayah Dapil LS.

"Kami yakin Partai pasti memiliki aturan tersendiri untuk menindak oknum dugaan perselingkuhan," kata Sahrul yang juga salah seorang masyarakat di wilayah Dapil LS.

Inilah, lanjutnya, yang telah mencederai masyarakat Kabupaten Buton terkhusus di Kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Kapontori.

Ia juga sangat menyayangkan terjadinya dugaan perselingkuhan yang menimpa oknum anggota dewan tersebut.

"Apalagi saya merupakan putra asli Kecamatan Lasalimu, karena hal itu sangat mencederai kepercayaan kami sebagai masyarakat," ucapnya.

Sehingga, ia meminta agar DPRD Kabupaten Buton dan DPD PKS Buton untuk segera menjalankan mekanisme Paw sesuai aturan yang berlaku pada oknum LS apabila terbukti melakukan tindakan tak terpuji.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buton untuk tidak memilih lagi calon legislatif yang seperti ini, agar dapat minimalisir kekecewaan yang kesekian kalinya," kata Sahrul menutup. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muhammad Abiddin)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved