Liga 1
Persija Pakai Pita Hitam di Lengan saat Latihan, Thomas Doll Tawarkan Bantuan Psikolog Untuk Pemain
Persija Jakarta harus melewatkan duel Liga 1 2022-2023 pekan ke-11. laga bigmatch di pekan ke-11 BRI Liga 1 menghadapi Persib Bandung.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Selain itu, PSSI juga memberitahukan adanya penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Olehnya itu, PSSI meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat pernyataan.
Bantuan Psikolog Untuk Pemain

Tragedi Kanjuruhan akhir pekan lalu, membuat banyak pihak terpukul atas kejadian ini.
Ratusan nyawa melayang dan tak ada yang menyangka hal ini terkadi di Indonesia.
Laga Arema vs Persebaya menjadi awal tragedi ini sehingga memicu terjadinya kerusuhan.
Banyak orang yang tak terpikir dengan kejadian ini, sehingga bisa membuat siapapun trauma.
Khusus Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll mengungkapkan, ia ingin memberikan bantuan psikologi kepada pemain tim Macan Kemayoran.
Baca juga: Persib Vs Persija Terancam Gagal Dihelat Musim Ini, Liga 1 Berpotensi Tak Tuntas, Kata Thomas Doll
Hal ini dimaksudkan untuk menguatkan mental pemain menyikapi tragedi Kanjuruhan akibatnya ada 125 orang korban jiwa meninggal dunia.
Doll mengungkapkan, tragedi Kanjuruhan sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap penggawa Persija.
Saat ini para pemain Persija sedang diberi liburan sekembalinya dari Bandung.
“Kami akan berlatih lagi hari Selasa, dan akan bertanya kepada pemain apakah mereka membutuhkan bimbingan psikologi,” ujar Doll dalam wawancaranya dengan Bild.
Ia tidak habis pikir permainan sepakbola yang harusnya bisa dinikmati justru membuat ratusan nyawa melayang.
Menurut Doll, trauma atas peristiwa memilukan tersebut tak bisa hilang dalam waktu singkat.
“Saya sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Saya sudah melakukan pembicaraan pertama dengan para pemain saya tentang hal ini."
"Mereka semua dapat mengerti, dan sangat prihatin,” ucap Doll.
“Ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan sepakbola. Itu semua membuat saya sangat, sangat merenung. Tentu akan memakan waktu lama untuk memproses tragedi ini.” (*)