Berita Baubau

MIRIS 3 Tahun Seorang Nenek di Baubau Sultra Tinggali Kolong Bekas Panggung Rakyat, Tak Layak Huni

Nenek Wasia (70) di baubau sulawesi tenggara bersama dua orang cucunya harus tinggal di bawah kolong bekas panggung rakyat

La Ode Muh Abiddin
Alami musibah kebakaran rumah pada tahun 2019, nenek Wasia (70) bersama kedua cucunya di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa bermukim di tempat yang kurang layak di bawa kolong bekas panggung rakyat di kawasan Pantai Kamali. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Alami musibah kebakaran rumah pada tahun 2019, seorang nenek di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa bermukim di tempat yang kurang layak.

Nenek Wasia (70) bersama dua orang cucunya harus tinggal di bawah kolong bekas panggung rakyat selama 3 tahun tepat berada di Pantai Kamali, Kota Baubau.

Pemukiman ini terbilang kumuh, namun terpaksa ditempati nenek Wasia bersama kedua cucunya yang masih Balita, akibat rumahnya di Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio habis terbakar.

“Saya tinggal sama cucuku dua orang, awalnya saya tinggal di bagian Wale, tapi sudah terbakar, jadi saya tinggal disini (dibawah bekas panggung rakyat),” ucap nenek Wasia kepada wartawan, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Perkara Hutang, Pemuda di Baubau Sultra Diduga Aniaya Bayi Usia 13 Bulan hingga Kepala Bengkak

Ia mengatakan, anak-anaknya saat ini sedang merantau dan ada anaknya mengalami nasib yang sama seperti dirinya mencari plastik bekas.

Nenek Wasia mengaku, pendamping hidup atau suaminya telah lama meninggal dunia. Saat ini hanya tinggal bersama cucunya.

Hebatnya lagi, nenek Wasia bersama kedua orang cucunya bertahan hidup dengan cara mengumpulkan barang bekas plastik yang nantinya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya cari plastik baru saya timbang, hanya biasa dapat Rp 400 ribu dua bulan. Uangnya saya beli untuk makan,”  ujar Wasia.

Perlu diketahui, bekas panggung rakyat yang berada di kawasan Pantai Kamali Kota Baubau itu ukurannya terbilang sangat kecil.

Nenek Wasia hanya menggunakan papan triplek untuk membuat sekat kamar, sebab banyak tiang-tiang penyangga yang terbuat dari beton.

Didalam kamar hasil sekatan dari nenek Wasia itu hanya terdapat sebuah tempat tidur bekas dan tidak memiliki jendela sehingga ketika berada di dalam terasa sangat panas.

Baca juga: Warga Kendari Sultra Pertanyakan Antrean BBM Mengular di SPBU, Harga Mahal Tapi Kok Masih Antre?

Selain itu juga, ditempat yang tinggali terdapat banyak tumpukan plastik bekas milik nenek Wasia.

Nenek Wasia berharap, akan ada orang dermawan yang akan membantu untuk mendirikan rumah yang layak agar dapat ditinggali bersama kedua cucunya.

“Saya mau perbaiki (rumah) tapi tidak ada uang. Saya berharap ada yang mau bantu (perbaiki rumah) biar tidak tinggal dibawah ini lagi,” jelas nenek Wasia. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved