Berita Konawe

Diduga Rudapaksa 2 Anak Tirinya, Pria Asal Wonggeduku Barat Konawe Diburu Polisi

Pria inisial T warga Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini jadi buronan

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
kolase foto (handover)
Seorang ayah di Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tega rudapaksa dua anak tirinya. (foto ilustrasi rudapaksa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Seorang pria inisial T warga Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini jadi buronan petugas kepolisian.

Pasalnya, T diduga melakukan tindak pidana pencabulan atau rudapaksa terhadap dua korbannya, tak lain anak sambungnya masih dibawah umur.

Perilaku tidak terpuji dari T terbongkar seusai kakak kandung korban berinisial melaporkan hal tersebut ke polisi.

Kasatreskrim Polres Konawe AKP Moch Jacub Nursagli Kamaru melalui Kanit IV PPA Polres Konawe, IPDA Ni Kade Irma membenarkan tentang Informasi tersebut saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (21/9/22).

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban, dan berdasarkan hasil visum dokter ke 2 korban mengalami kerusakan alat kelamin akibat perlakuan cabul yang dilakukan tersangka T," kata IPDA Ni Kade Irma.

Baca juga: Istri Sah Dihadiahi Bogem Mentah Usai Pergoki Suami Selingkuh di Konda Konawe Selatan Sultra

Ia menjelaskan, modus tersangka T melakukan aksi bejatnya yakni dengan melakukan pengancaman dan memberikan iming-iming uang kepada korbannya.

"Jadi T melakukan aksinya dengan cara berpura-pura keluar rumah. Setelah mengetahui istrinya tidak dirumah, T kembali dan melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang telah pulang dari sekolah," ujarnya.

"Jika anaknya belum pulang dia akan ke sekolah menjemput mereka," imbuhnya. 

Dalam perkara ini, Kanit PPA Polres Konawe ini juga menyesalkan perilaku istri T sekaligus ibu kandung korban yang berupaya melindungi suaminya dari jeratan hukum.

Baca juga: Ayah di Ranomeeto Konawe Selatan Rudapaksa Anak Tirinya Sejak SD hingga SMA di Konsel Sultra

"Saat ini tersangka T masih dalam pencarian oleh Timsus, yang kami sesalkan istri T yang juga ibu kandung ke 2 korban tidak kooperatif dalam pemeriksaan."

"Dia seolah-olah melindungi suaminya, bahkan dia mengaku tidak mau dilibatkan dalam kasus ini," pungkasnya. 

Akibat perbuatannya, T dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal pasal 81 Undang–Undang (UU) perlindungan anak Tahun 2014 nomor 35 dan pasal 285 KUHP juncto pasal 65 KUHP ancaman pidana 12 tahun.

Atau kedua pasal 289 KUHP juncto pasal 65 ancaman pidana 9 tahun atau pasal 294 ayat 2 KUHP juncto pasal 65 KUHP pencabulan dengan ancaman 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp5 miliar.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved