Berita Konawe Selatan

Ayah di Ranomeeto Konawe Selatan Rudapaksa Anak Tirinya Sejak SD hingga SMA di Konsel Sultra

Seorang ayah berinisial BG (42) rudapaksa anak tirinya NA (18) sejak SD hingga SMA di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi Polresta Kendari
Seorang ayah berinisial BG (42) rudapaksa anak tirinya NA (18) sejak SD hingga SMA di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sang korban diam selama bertahun-tahun lantaran kerap diancam, pelaku akan membunuh sang ibu jika bercerita kepada siapapun. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONSEL - Seorang ayah berinisial BG (42) rudapaksa anak tirinya NA (18) sejak SD hingga SMA di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sang korban diam selama bertahun-tahun lantaran kerap diancam, pelaku akan membunuh sang ibu jika bercerita kepada siapapun.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota atau Polresta Kendari AKP Fitrayadi menjelaskan kronologi kejadian.

BG pertama kali menyetubuhi sang anak tiri ketika masih duduk di bangku Kelas 6 SD pada tahun 2017 lalu.

"Saat itu korban pulang sekolah, pelaku masuk ke dalam kamar lalu menyetubuhi korban," kata AKP Fitrayadi dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu (9/7/2022).

Baca juga: 33 Ribu Keluarga di Konawe Selatan Berisiko Terdampak Stunting, Tertinggi di Sulawesi Tenggara

Sejak saat itu, kata AKP Fitrayadi, BG terus menyetubuhi sang anak tiri hingga terakhir kali pada Juni 2022 lalu.

Karena sudah tidak tahan, korban akhirnya melaporkan rudapaksa yang dialaminya tersebut ke pihak kepolisian.

"Setelah menerima laporan, Polsek Ranomeeto kemudian menangkap pelaku di kediamannya dan membawanya ke kantor polisi," bebernya.

Atas perbuatannya, BG dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 3 juncto Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"BG terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp5 miliar," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved