Berita Kendari

Larangan Menjual Bensin Eceran di Sekitar SPBU, DPRD Kota Kendari Bakal Panggil Satpol PP

DPRD Kota tegaskan larangan menjual bensin eceran di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU karena adanya aturan pemerintah kota.

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Rizki Brilian Pagala tegaskan larangan menjual bensin eceran di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - DPRD Kota Kendari tegaskan larangan menjual bensin eceran di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Rizki Brilian Pagala menegaskan pihaknya telah bekerjasama dengan Satpol PP dan dinas terkait untuk menindaklanjuti hal ini.

Mengingat, DPRD Kota Kendari tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan penggusuran atau penertiban.

Penertiban para pedagang bensin eceran dengan alasan untuk merapikan tatanan wajah kota, dan meminimalisir terjadinya kebakaran disekitar penjual bensin ecerean dan SPBU.

Baca juga: Raim Laode Siap Lepas Lajang, Perjalanan Panjang Cinta Dengan Sang Kekasih, Mendampingi dari Nol

"Karena memang kita tidak punya fungsi untuk melakukan tindakan, yang melakukan tindakan hanya opd teknis. Sangat tegas dan jelas, penjual BBM eceran di sekitar SPBU ini kita sudah larang sesuai dengan aturannya dan ada regulasinya," ujarnya.

Rizki menegaskan, tidak sekedar melakukan penggusuran melainkan pihaknya juga memikirkan alternatif pencaharian lainnya bagi para penjual bensin eceran tersebut.

Baca juga: Sebanyak 1.040 Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Kendari Ikuti Orientasi Dasar-dasar Islam

"Memang kami memberi peringatan hingga 3 kali, kemudian kita juga minta Dinas Perdagangan jangan sampai ketika kita menggusur, mereka kehilangan matapencaharian. Makanya disitulah gunanya Dinas Perdagangan akan mengisi apa yang bisa mereka lakukan setelah itu," jelasnya.

Namun, Riski mengaku hingga saat ini hal tersebut belum terealisasi. Fakta di lapangan, masih banyak pedagang bensin eceran bertengger di sekitar beberapa SPBU di Kendari.

"Sampai hari ini belum dilakukan, kita mau panggil lagi di DPRD Kota Kendari. Bolanya ada di Satpol PP, kalau mereka (SatpolPP) tidak mengandalkan itu berarti kan mereka yang melanggar aturan maupun regulasi yang sudah disepakati bersama," jelasnya.

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved