Berita Kendari

Puluhan Mahasiswa di Kendari Gelar Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM di Depan Gedung DPRD Sultra

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Puluhan mahasiswa di Kendari menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.

Tak hanya itu, puluhan pendemo dari Persatuan Masyarakat Tolaki (PMT) juga terlibat dalam aksi yang sama.

Demontrasi berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara atau DPRD Sultra, pada Senin (5/9/2022) siang.

Demonstrasi dimulai pukul 10.30 Wita, sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca juga: Pasca BBM Naik, Ini UPDATE Harga Tiket Kapal Rute Kendari-Baubau Sultra di Pelabuhan Nusantara

Mereka melakukan orasi di depan gedung DPRD Sultra selama kurang lebih 2 jam.

Selanjutnya, Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM UMK pun datang ke lokasi demonstran dengan membawa mobil kap terbuka.

Pada waktu yang hampir bersamaan, organisasi masyarakat atau ormas PMT dengan berpakaian hitam-hitam juga turun ke jalan melakukan unjuk rasa.

Sejumlah mahasiswa bergantian melakukan orasi, tuntutan mereka meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM.

"Rakyat sudah tercekik selama 2 tahun kemarin karena pandemi Covid-19, sekarang dipersulit dengan kenaikan harga BBM," kata salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Baca juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Tiket Kapal Laut Tujuan Kendari-Raha-Baubau Naik 25 Persen

Kurang lebih 2 jam melakukan orasi, mahasiswa dari BEM UMK sempat bersitegang dengan polisi.

Lantaran, mereka mendesak masuk ke dalam gedung DPRD Sultra, namun dicegat barikade polisi.

"Kalian boleh masuk kalau yang punya rumah sudah mempersilakan," kata Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Fathurrahman.

Polisi lantas memanggil pegawai DPRD Sultra untuk menemui mahasiswa.

Baca juga: Penumpang Kapal di Kendari Keluhkan Harga Tiket Kapal Mulai Naik, Imbas Kenaikan BBM

Tak lama 3 anggota DPRD Sultra, salah satunya yakni Jumarding dari Partai Demokrat keluar dan menemui mahasiswa.

Setelah berdialog, mahasiswa mendesak untuk berdiskusi di dalam gedung DPRD Sultra.

Mereka lantas dipersilakan masuk, namun dalam jumlah dibatasi setiap perwakilan.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved