Berita Sulawesi Tenggara

BPS Sultra Catat Inflasi Agustus 2022 Sebesar 0,12 Persen, Beras dan Ikan Katamba Jadi Sebab

Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara mencatat inflasi di Kota Kendari dan Baubau, sebesar 0,12 persen Agustus 2022. Dipicu beras dan ikan katamba.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
KOLASE FOTO beras (kanan) dan ikan katamba (kiri) - Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara mencatat inflasi di Kota Kendari dan Baubau, sebesar 0,12 persen Agustus 2022. Disebabkan beras dan ikan katamba. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Badan Pusat Statistik ( BPS) Sulawesi Tenggara ( Sultra) mencatat inflasi di Kota Kendari dan Baubau, sebesar 0,12 persen Agustus 2022.

Berdasarkan catatan tersebut, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,72 pada Juli 2022, menjadi 113,85 pada Agustus 2022.

Inflasi disebabkan oleh harga beras dan ikan katamba (Lethrinus lentjan).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Agnes Widiastuti mengtakan, secara nasional inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen.

Dari 90 kota IHK secara nasional, terdapat 11 kota tercatat inflasi dan 79 kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi tercatat di Ambon sebesar 0,82 persen dengan IHK 114,65 dan Inflasi terendah tercatat di Bekasi sebesar 0,12 persen dengan IHK 113,74," ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Nilai Tukar Petani Sultra Naik 0,33 Persen, Subsektor Perkebunan dan Perikanan Penyumbang Terbesar

Baca juga: Dinas PUPR Sebut Tidak Punya Kewenangan Hentikan Aktivitas Kendaraan Perusahaan di Konawe Sultra

Ia melanjutkan, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen dengan IHK 115,34 dan Depok, serta Kediri sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 113,29 dan 111,01.

Agnes menjelaskan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok.

"Seperti kelompok pendidikan 4,36 persen, kelompok perumahan,air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,99 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,51 persen,"katanya.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,47 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran 0,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,10 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,06 persen, serta kelompok kesehatan 0,04 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi 0,94 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,32 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan, 
jasa keuangan deflasi sebesar 0,28 persen.

"Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2022 sebesar 4,90 persen dan 
tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 5,57 persen,"katanya.

Agnes menuturkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain akademi atau perguruan tinggi, bahan bakar rumah tangga.

Kemudian mobil, bayam, tarif kendaraan roda 4 online, pasir, rokok kretek filter, beras, mie kering instant serta ikan katamba.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain angkutan udara, bawang merah, minyak goreng, ikan layang/ikan benggol, kangkung.

Cabai merah, ayam hidup, tomat, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso serta ikan cakalang/ikan sisik. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved