Berita Konawe

Peleburan Kecamatan Anggotoa Konawe Untuk Selamatkan Warga Desa Karena Belum Definitif

Menurut Sekda Konawe, Ferdinand Sapan menyebut peleburan Kecamatan Anggotoa ke Kecamatan Wawotobi untuk selamatkan warga.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Sekretaris Daerah atau Sekda Konawe, Ferdinand Sapan menyebut peleburan Kecamatan Anggotoa ke Kecamatan Wawotobi untuk selamatkan warga.

Dimana, warga di 8 desa yang belum definitif di Kecamatan tersebut mengalami kerugian secara administrasi.

"Dalam kondisinya ada warga kita yang dirugikan dari sisi kesempatan yang sama dengan warga lain."

"Warga desa yang belum definitif itu akhirnya tidak mendapat apa-apa baik bantuan atau yang lain karena mereka dianggap bukan desa definitif, sementara desa tetangganya yang definitif dapat," kata Ferdinand belum lama ini.

Baca juga: BIKIN BANGGA Salwa Nur Sabila Siswi SMAN 1 Wonggeduku Konawe Terpilih Sebagai Parlemen Remaja DPR RI

Hal ini, lanjutnya, menjadi masalah sosial sehingga menjadi pertimbangan pihaknya mengambil langkah peleburan Kecamatan Anggotoa

Ia menambahkan, proses peleburan Kecamatan Anggotoa juga tengah berjalan saat ini.

Ferdinand menyebut, peleburan Kecamatan ini juga akan melalui Peraturan Daerah (Perda).

"Yang jelas untuk 2023 penganggaran untuk Kecamatan Anggota kita tidak lakukan lagi," tambahnya.

Baca juga: Begini Wujud Tumpukan Uang Rp 5,1 Triliun Sitaan Kasus Korupsi Surya Darmadi, Ada 14 Tumpuk

Peleburan ini, kata Ferdinand, juga akan diproses lebih jauh. Setelah dilebur, Kecamatan tersebut juga rencananya akan dibentuk kembali jika sudah memenuhi syarat administrasi.

"Kita lebur nanti kita lihat kalau sudah memenuhi syarat administrasi ya kita bentuk kembali," ujarnya.

Sedangkan pejabat yang ada seperti Camat akan ditarik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.

Ferdinand mengungkapkan, ada sekitar 8 desa yang belum definitif di Kecamatan Anggotoa dari 14 desa yang ada.

Sementara syarat untuk membentuk Kecamatan harus 10 desa definitif.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved