Opini

OPINI: Pilih Bangun Gedung Baru Ketimbang Jalan Untuk Rakyat

Warga menggunakan jalan yang merupakan domain Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kerap terjebak dan bertaruh nyawa untuk melewatinya.

Istimewa
Arman Tosepu 

Oleh: Arman Tosepu (Jurnalis TribunnewsSultra)

Beberapa waktu lalu, viral video dan foto yang menampakan kondisi jalan di Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe dan Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur yang cukup rusak parah.

Warga menggunakan jalan yang merupakan domain Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kerap terjebak dan bertaruh nyawa untuk melewatinya.

Boleh dikata, jalan ini tidak lagi layak untuk dilewati pengendara. Lumpur dan kubangan menjadi makanan saat melewati jalur ini terlebih ketika musim hujan.

Bahkan, dalam dokumentasi itu menggambarkan sebuah keluarga yang terpaksa tidur di atas terpal akibat mobil yang ditumpangi mereka terjebak dalam kubangan di jalan itu.

Hingga kini, perbaikan jalan yang layak di jalur itu belum jelas kapan akan dilakukan. Pemerintah seakan menutup mata melihat kondisi jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

Baca juga: OPINI: Pengadaan Bus sebagai Transportasi Massal Kota Kendari di Sulawesi Tenggara

Padahal, persoalan jalan rusak ini mulai muncul ke permukaan sejak tahun 2016 lalu.

Seakan tidak tahan lagi, masyarakat yang melewati jalur ini kerap memberikan keluhannya.

Tak sedikit yang berharap dengan rencana akan adanya pembangunan Bendungan Pelosika jalur ini juga akan diperbaiki. Meski sebenarnya harapan itu seperti bayang semu.

Terbaru, justru Pemerintah Provinsi Sultra lebih mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Gedung atau Kantor Gubernur yang memakan anggaran total sebesar Rp400 miliar.

Cukup miris sebenarnya ketika kebutuhan urgen masyarakat dikesampingkan dengan dalih gedung 22 lantai plus menara atau sekitar 112 meter kemudian panjang 80 meter serta lebar 40 meter.

Baca juga: OPINI: Antisipasi Hoax Jelang Pemilu Dengan Kolaborasi Strategi Komunikasi

Padahal, gedung lama kan masih lumayan bagus dan cukup untuk digunakan dalam bekerja artinya kebutuhan akan gedung baru ini belum begitu mendesak saat ini.

Lebih memilih bangun gedung baru ketimbang jalan untuk rakyat merupakan bentuk ketidakberpihakan kepada orang banyak.

Infrastruktur jalan tentu akan lebih memberikan manfaat dan masyarakat akan lebih merasakan pembangunan dari pemimpinnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di era periode keduanya ini juga banyak menekankan pembangunan infrastruktur seperti jalan di daerah-daerah pelosok.

Hal ini harusnya menjadi spirit pemerintah daerah untuk berbuat hal serupa.

Baca juga: OPINI: HUT RI ke-77, Upaya Mewujudkan Kemerdekaan Ekonomi Bangsa Indonesia

Kita semua berharap, di era moderen seperti sekarang ini tidak ada lagi jalan yang dilewati begitu menyiksa kendaraan dan badan karena kerusakan yang ada khususnya di Sulawesi Tenggara.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved