Opini

OPINI: HUT RI ke-77, Upaya Mewujudkan Kemerdekaan Ekonomi Bangsa Indonesia

Kemerdekaan merupakan jembatan utama untuk kita menjadi sebuah bangsa yang lepas dari jeruji kemiskinan dan rasa lapar.

Istimewa
Wasekjend Bidang Ekonomi dan Perdagangan PB PMII, Kamaluddin. 

Oleh: Kamaluddin Wasekjend Bidang Ekonomi dan Perdagangan PB PMII

Sudah 77 tahun semenjak teks Proklamasi dibacakan oleh Soekarno di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta Pusat pada tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan pananda bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan dan semenjak saat itu pula Indonesia resmi dinyatakan sebagai sebuah negara yang merdeka, baik secara sumber daya maupun secara ekonomi.

Kemerdekaan merupakan jembatan utama untuk kita menjadi sebuah bangsa yang lepas dari jeruji kemiskinan dan rasa lapar untuk menjadi bangsa yang sejahtera dan mandiri.

Sebab setelah merdeka dari penjajah, tugas berikutnya adalah mewujudkan kemerdekaan ekonomi sebagai yang tertuang dalam konsitusi negera ini yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bung Karno pernah berkata bahwa masalah besar yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia setelah merdeka secara politik adalah neokolonialisme.

Sebab penjajahan yang lebih kejam dan mematikan dari pada penjajahan yang dilakukan secara militer adalah penjajahan secara ekonomi.

Baca juga: Opini: Pemindahan Ibu Kota Negara NUSANTARA Melambangkan Cita-Cita Negara Indonesia

Karena dia tidak dapat dilawan dengan kekuatan fisik ataupun senjata.

Saya teringat dengan peraih nobel bidang ekonomi asal india Amartya Kumar Sen dalam bukunya Development as Freedom dia mengatakan bahwa akhir dari sebuah proses pembangunan adalah kemerdekaan, merdeka dari kemiskinan, kelaparan dan juga kebodohan.

Sebab kemerdekaan ekonomi merupakan prasyarat dari kemerdekaan yang seutuhnya hal itu sesuai dengan tesis dari kumar yang mengatakan bahwa jika setiap orang sudah merdeka secara ekonomi maka dia akan merdeka diaspek lainnya.

Namun, tesis dari Kumar masih bersifat individualistik yang fokus pada kemerdekaan individu tanpa menyentuh kemerdekaan sebuah bangsa, akan tetapi kumar sudah mengingatkan bahwa negara harus hadir dalam membangun bangsa dan manusia yang merdeka secara ekonomi.

Maka, untuk melihat kehadiran negera dalam mewujudkan kemerdekaan ekonomi dapat dilihat dari beberapa hal:

Baca juga: Opini: Membangun Kualitas Revolusi Industri 5.0 Dalam Pengembangan SDM Desa di Sulawesi Tenggara

Pertama, mengukur tingkat Pembangunan Manusia.

Penelitian yang dilakukan Heritage Foundation menemukan bahwa negara dengan kemerdekaan ekonomi atau bebas memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang lebih tinggi dibandingkan negara dengan ekonomi yang kurang atau tidak bebas.

Kebebasan atau kemerdekaan ekonomi menjadi prasyarat yang harus dipenuhi suatu negara untuk merealisasikan masyarakat yang makmur, terdidik, dan sehat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved