Berita BKKBN

Cegah Stunting Sejak Dini BKKBN Edukasi Pelajar SMP dan SMA di Buton Selatan Sultra

Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ikuti edukasi stunting dari BKKBN.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Remaja dari berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ikuti edukasi stunting dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pelajar dari berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ikuti edukasi stunting dari BKKBN.

Selain itu, Pembina Keluarga Remaja dan pelaku UPPKS juga ikut serta dalam edukasi pencegahan stunting sejak dini tersebut.

Dihadiri langsung Deputi BKKBN Pusat, Prof drh Muh Rizal Martua Damanik yang menerangkan Indonesia kini angka terjadinya stunting terbilang cukup tinggi dengan presentase 24,4 persen.

Kata dia, stunting terjadi mulai pada proses pembuahan antara sel telur dan sel sperma hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca juga: Jadi Prioritas Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Kunjungi Tiga Daerah di Sulawesi Tenggara

"Gangguan tumbuh kembang itu tidak hanya menyerang tulang tangkai kaki, tetapi mengganggu secara keseluruhan organ  tubuh kita, karena stunting prosesnya mulai terjadi pada saat sel telur dibuahi oleh sel sperma,” katanya pada Selasa (30/8/2022).

Bukan hanya itu, Deputi BKKBN ini menjelaskan terjadinya stunting pada anak juga bakal mengganggu pertumbuhan sel otak dan sel-sel organ lain.

Katanya, hal ini tentu akan menyebabkan anak hidup dengan segala kekurangan pada otak yang kurang cepat memahami sesuatu atau orang kurang berkembang.

Baca juga: Percepatan Penurunan Stunting TNI Turut Perkuat BKKBN, Bantu Fasilitas Tingkat Pertama

Untuk itu kata dia, saat ibu mengetahui mengandung maka sudah harus memperhatikan asupan gizinya, karena proses tumbuh dan kembang sudah dimulai.

"Terpenting lagi yang mesti dilakukan ibu adalah memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, karena ASI sudah lengkap zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi saat lahir. Jangan sampai ada ibu dengan alasan tertentu yang tidak substansi kemudian tidak memberikan ASInya kepada anak," pungkasnya.

Sebelumnya, BKKBN kunjungi tiga daerah di Sultra yang menjadi target percepatan penurunan stunting di provinsi yang kaya akan hasil laut itu.

Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Buton Selatan, Kota Baubau, dan Kabupaten Buton pada 24-28 Agustus 2022. Dalam kunjungan itu, Prof. Damanik didampingi Kepala BKKBN Perwakilan Sulawesi Tenggara Asmar. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved