Senin, 27 April 2026

Penembakan Polisi

Mahfud MD Bongkar Peran 3 Klaster 'Kerajaan' Ferdy Sambo di Tubuh Polri

Menkopolhukam Mahfud MD membagi 3 klaster dalam kasus pembunuhan Brigadir J, mulai dari pelaku utama hingga membantu Ferdy Sambo tutupi kebenaran.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Mahfud MD Bongkar Peran 3 Klaster 'Kerajaan' Ferdy Sambo di Tubuh Polri
Kolase YouTube Kompas TV | Akbar Faizal Uncensored
Kolase foto: mantan Kadiv Propam Polri Non-aktif Irjen Pol Ferdy Sambo (Kiri) saat tiba di Bareskrim Polri pada Kamis (4/8/2022) untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus penembakan di rumah dinasnya yang tewaskan sang ajudan, Brigadir J. Menkopolhukam Mahfud MD (kanan) saat dalam podcast di kanal YouTube Politisi Partai NasDem Akbar Faizal, Akbar Faizal Uncensored. Mahfud MD menyebut Ferdy Sambo memiliki 'Kerajaan Polri' yang sangat berkuasa layaknya sub Mabes Polri. Mahfud MD yang membagi klaster dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, mengungkap masing-masing peran dari geng Sambo tersebut. Mulai dari memberi keterangan palsu, membuang barang bukti, hingga memanipulasi hasil otopsi atau alat bukti. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Menkopolhukam Mahfud MD kembali menjadi sorotan publik ketika menyampaikan adanya "Kerajaan" Ferdy Sambo di tubuh Polri.

Mahfud MD mengakui ada masalah internal di institusi Polri dalam mengusut kasus penembakan di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo yang menewaskan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Mahfud MD juga mengungkap peran para oknum yang tergabung di 'Kerajaan Ferdy Sambo' dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam podcast di kanal YouTube Politisi Partai NasDem Akbar Faizal, Akbar Faizal Uncensored.

"Yang saya dengar memang di Polri terjadi tarik-menarik," ujar Mahfud MD seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Bicara Hati ke Hati Bahas Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Nangis di Depan Ketua Komnas HAM

Mahfud MD menyebut 'orang-orang' Irjen Pol Ferdy Sambo bahkan yang bertugas di luar daerah, rela datang ke Jakarta guna membantu menutupi kebenaran dari kasus penembakan Brigadir J.

"Bahkan grupnya Sambo itu konon dari daerah-daerah meskipun enggak ada tugas di Jakarta, datang mengawal di situ, upaya menghilangkan jejak itu dan menghalang-halangi penyidikan," kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga menuturkan bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo mempunyai kekuasaan yang sangat besar di Mabes Polri.

Bahkan, Mahfud MD menyebut Irjen Pol Ferdy Sambo sudah seperti memiliki kerajaan tersendiri di dalam Polri bersama 'orang-orangnya'.

Baca juga: Pengacara Keluarga Brigadir J Balik Laporkan Putri Candrawathi, Ikut Tutupi Kejahatan Ferdy Sambo?

"Yang jelas ada hambatan-hambatan di dalam secara struktural karena ini tidak bisa dipungkiri ini ada kelompok Sambo sendiri yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya, seperti sub Mabes yang sangat berkuasa dan ini yang menghalang-halangi," beber Mahfud MD.

Mahfud MD menyatakan bahwa geng Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut termasuk 31 orang yang kini telah ditahan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Lebih lanjut Mahfud MD memaparkan bahwa terdapat 3 klaster dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang direncanakan Irjen Pol Ferdy Sambo ini.

"Itu ada 3 klaster sebenarnya yang kasus Sambo itu. Satu, pelaku yang merencanakan dan mengeksekusi langsung," ungkap Mahfud MD.

Baca juga: Brigadir J Setrika Baju Anak dan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sampai Chat Adik Mendiang

"Kedua, yang bagian obstruction of justice, ini tidak ikut dalam eksekusi tapi karena merasa Sambo yang (terlibat), ini berkerja yang bagian obstruction of justice, membuang barang, membuat rilis palsu, dan macem-macem," lanjutnya.

Mahfud MD mengatakan bahwa para oknum yang tergolong dalam klaster 2 ini berperan menghalang-halangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved