UHO Kendari

UHO Kendari Bakal Berlakukan Wisuda Tatap Muka pada November 2022, Rektor Sebut Ini Syaratnya

Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari bakal menerapkan wisuda tatap muka atau luring (luar jaringan) pada November 2022.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Rektor UHO, Prof Dr Muhammad Zamrun saat ditemui awak media usai kegiatan pelepasan mahasiswa KKN Reguler yang berlangsung di Rektorat UHO, pada Senin (15/8/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari bakal menerapkan wisuda tatap muka atau luring (luar jaringan) pada November 2022.

Hal ini disampaikan Rektor UHO, Prof Dr Muhammad Zamrun kepada awak media usai kegiatan pelepasan mahasiswa KKN Reguler yang berlangsung di Rektorat UHO, pada Senin (15/8/2022).

Kata Rektor UHO ini, syarat calon wisudawan dan wisudawati diwajibkan harus melakukan vaksin booster.

"Saya rencana untuk wisuda bulan November 2022 mendatang kita luring, kalau bisa yang ingin wisuda minimal sudah harus vaksin booster," katanya.

Prof Dr Muhammad Zamrun menerangkan nantinya bakal ada surat yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat untuk mengatur regulasi ini.

Baca juga: Tiga Ribu Mahasiswa dari 15 Fakultas di Kampus UHO Kendari Ikut Kuliah Kerja Nyata Agustus 2022

"Iya, akan ada surat yang dikeluarkan, vaksin itu kan untuk kesehatan kita bukan untuk siapa-siapa," ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, perkuliahan tatap muka mahasiswa juga bakal dilakukan pada semester mendatang.

Prof Dr Muhammad Zamrun menjelaskan syaratnya pun mahasiswa harus telah melakukan vaksinasi minimal vaksin kedua.

"Sebenarnya syarat ini dari Kementerian, bukan syarat dari saya. Syarat ini sejak tahun lalu dikeluarkan jika perkuliahan luring, mahasiswa diwajibkan untuk vaksin minimal yang kedua," jelasnya.

Ia mengungkapkan, jika mahasiswa keberatan dalam aturan ini atau tidak mau dan tidak bisa divaksin, mahasiswa bersangkutan wajib menulis surat pernyataan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UHO Kendari Sosialisasi dan Edukasi Program Indonesia Sehat di Puuwatu

Kata dia, surat pernyataan tersebut berisikan jika terjadi gangguan kesehatan akibat Covid-19, pihak kampus tidak ingin bertanggung jawab.

"Kalau pun tidak yah buat pernyataan kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab kampus," ujar Rektor UHO Kendari.

Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu berujar, dalam waktu dekat, pihaknya pun bakal berembuk untuk membahas aturan ini.

"Untuk perkuliahan semester depan yah paling akhir bulan ini atau awal bulan depan kita akan rapatkan," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved