Berita Kendari

Edukasi Pangan Sehat Pemkot Kendari Sasar Kantin Sekolah, Komunitas Kuliner hingga Pelajar

Komunikasi Informasi dan Edukasi  (KIE) keamanan pangan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Giat yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari menggelar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) keamanan pangan bagi masyarakat berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Senin (1/8/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan pangan

Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi  (KIE) keamanan pangan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), masyarakat diberi pemahaman. 

Dinkes Kendari menyasar para perwakilan dari komunitas kuliner, PKK, siswa, mahasiswa, pihak kantin di sekolah-sekolah, guru dan lainnya untuk memahami KIE keamanan pangan tersebut. 

Baca juga: Pemkot Kendari Maksimalkan Program PIS-PK, Tingkatkan Derajat Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengharapkan melalui kegiatan ini dapat terjadi transfer informasi dan konstruktif bagi masyarakat. 

Utamanya kepada anak-anak pelajar dan mahasiswa, serta pelaku usaha UMKM, yang sangat memerlukan edukasi ini. 

Sehingga di dalam menyediakan jajanannya bisa memenuhi standar makanan sehat, dan higenis. 

"Itu kami harapkan dimulai dari keluarga. Mudah-mudahan keluarga sudah bisa melakukannya dan bisa menyebar sampai di kelompok komunitas manapun di wilayah Kota Kendari," kata Ridwansyah, Senin (1/8/2022). 

Sebagai ibu kota provinsi, ada tantangan tersendiri, mengingat banyaknya tersedia makanan cepat saji, di mana anak jaman sekarang sudah mulai familiar bahkan ada yang ketagihan. 

Baca juga: Sopir Truk Sultra Razia SPBU di Kendari, Protes Dugaan Kecurangan Pengisian BBM Solar

Tentu saja, menurutnya jika dilihat dari sanitasi dan kehigenisannya tidak sama dengan di jaman dahulu.

Bahkan ada beberapa makanan yang juga mengandung bahan-bahan tak layak dikonsumsi jangka panjang seperti pewarna makanan sintesis dan lainnya. 

"Dulu kita masih kecil makanannya kebanyakan makanana rumahan. Nah anak-anak kita sekarang mereka terbiasa dengan makanan siap saji," jelasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum berharap masing-masing keluarga bisa menyiapkan atau memperhatikan keamanan pangan yang di konsumsi. 

Baca juga: Mantan Wali Kota Antero Hamra Bakal Diabadikan Sebagai Nama RSUD Tipe D Kendari

Termasuk setelah mengikuti KIE, para peserta bisa menjadi agen perubahan atau tutor sebaya. Paling tidak di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya. 

"Tapi alhamdulilah di 2021 sampai di 2022 ini belum ada laporan terkait keracunan makanan. Yang pernah dilaporkan itu kejadian diawal 2020 dan 2021. mudah-mudahan tidak terjadi lagi," ujarnya. 

Menurutnya, tidak lagi ada kasus serupa karena pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengedukasi masyarakat. 

Termasuk dibentuknya kader keamanan pangan di Kota Kendari. 

"Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang sadar dan paham agar semua makanan yang di konsumsi itu aman. Dan kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang lagi," bebernya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved