Berita Baubau

Dinas Dikbud Baubau Jadwalkan Vaksinasi Massal Bagi Guru dan Tenaga Pendidik PAUD/TK, SD dan SMP

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menjadwalkan vaksinasi massal.

TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Aswad. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menjadwalkan vaksinasi massal.

Kegiatan ini ditujukan kepada guru maupun tenaga pendidik PAUD/TK, SD dan SMP di Kota Baubau, Sultra yang belum melakukan vaksin booster.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau La Ode Aswad, Sabtu (23/7/2022).

Ia mengatakan, vaksinasi massal untuk para guru dan tenaga pendidik tersebut merupakan bagian dari respons cepat untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster di Kota Baubau yang masih rendah.

"Kami telah melakukan pendataan terhadap guru-guru ataupun tenaga pendidik yang belum melaksanakan vaksinasi booster," jelasnya.

Baca juga: Kedatangan Jamaah Haji asal Kendari 5 Agustus 2022, Ada Pemeriksaan Antigen dan Vaksin Booster

"Berdasarkan data yang kami peroleh, terdapat kurang lebih ada sekitar 400 guru yang belum vaksin booster," tambahnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan dengan tidak mengganggu waktu mengajar para guru ataupun tenaga pendidik.

"Kita akan lakukan hari Sabtu dan Minggu. Ini sangat penting, karena guru selalu berhadapan dengan para siswa dan diharapkan menjadi contoh," kata La Ode Aswad.

Ia meminta kepada guru ataupun tenaga pendidik yang belum melakukan vaksin, agar dengan segera mendaftarkan diri di bidang satuan masing-masing untuk mengikuti vaksinasi di Kantor Dinas Dikbud.

"Jadi tidak ada lagi debat tentang vaksin, karena aman dan halal. Apalagi bagi yang sudah vaksin pertama dan kedua, harusnya tidak ada lagi kekhawatiran karena booster ini sebagai pelengkap," ujarnya.

Baca juga: Vaksin Booster Masih Diburu Warga Kendari, Dinkes Jamin Stok Tersedia, Catat 36 Ribu Sudah Divaksin

Nantinya, lanjut La Ode Aswad, akan muncul pertanyaan bagaimana dengan guru-guru yang memiliki penyakit.

"Sepanjang guru tersebut bisa membuktikannya dengan surat keterangan dokter ahli milik pemerintah maka tidak masalah untuk tidak mengikuti vaksin," ucapnya.

Namun ketika tidak bisa membuktikan dengan surat keterangan dokter ahli, maka guru ataupun tenaga pendidik tersebut tetap harus mengikuti vaksin. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved