Perang Russia Ukraina
13 Rudal Rusia Hantam Lapangan Militer Ukraina, Sejumlah Orang Tewas
Di tengah gencarnya invasi Rusia, Amerika Serikat menjanjikan lebih banyak dukungan militer untuk Ukraina dengan berencana mengirimkan jet tempur.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/rudal-rusia-hantam-ukraina-14-juli-2022.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pasukan militer Rusia semakin gencar menggempur Ukraina di bulan ke-6 perang yang telah dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.
Hari ini Sabtu (23/7/2022) sebanyak 13 rudal Rusia menghantam lapangan terbang militer dan infrastruktur kereta api di wilayah Kirohovrad, bagian tengah Ukraina.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari Reuters, Gubernur Kirohovrad Andriy Raikovych mengatakan bahwa akibat serangan ini sejumlah orang tewas dan menimbulkan korban luka.
Melalui Telegram, Raikovych menulis bahwa tim penyelamat sedang bekerja di lokasi yang terkena dampak.
Baca juga: Update Perang Rusia Hari Ke-150: Amerika Serikat Berencana Kirim Jet Tempur ke Ukraina
Raikovych juga mengatakan bahwa satu distrik kecil di ibu kota regional, Kropyvnytskyi, telah dibiarkan tanpa listrik akibat serangan tersebut.
Perang Rusia-Ukraina Jauh dari Kata Damai
Di tengah gencarnya serangan invasi Rusia, Amerika Serikat pun kembali menjanjikan lebih banyak dukungan militer untuk Ukraina.
Bantuan senjata ini termasuk drone dan berencana akan mengirim pesawat tempur.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari Reuters, Gedung Putih pada Jumat (22/7/2022) mengumumkan bantuan 270 juta dolar dalam bentuk dukungan baru untuk Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Hari Ke-149: Putin Buka Keran Gas Eropa, Inggris Kirim Senjata ke Ukraina
AS mengatakan sedang melakukan pekerjaan awal apakah akan mengirim pesawat tempur, meskipun langkah ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Diketahui bahwa invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari lalu telah menyebabkan konflik terbesar di Eropa sejak 1945.
Hingga memaksa jutaan orang mengungsi dan mengubah seluruh kota menjadi puing-puing.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan mereka terlibat dalam "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-148: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 3 Orang Tewas
Sedangkan Ukraina dan sekutunya mengatakan perang Rusia ini adalah tindakan agresi yang tidak beralasan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang antara Rusia dengan Ukraina ini dapat berlangsung sampai bertahun-tahun lamanya.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)