Berita Sulawesi Tenggara

Wakatobi dan Konawe Selatan Jadi Basis Perfilman dan Kriya, Usaha Dispar Sultra Dorong Desa Wisata

Kabupaten Wakatobi dan Konawei Selatan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan disulap menjadi basis perfileman dan kriya atau kerajinan tangan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili - Ia mengatakan bahwa Kabupaten Wakatobi dan Konawei Selatan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan disulap menjadi basis perfileman dan kriya atau kerajinan tangan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Kabupaten Wakatobi dan Konawe Selatan ( Konsel) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan disulap menjadi basis perfilman dan kriya atau kerajinan tangan.

Ini merupakan usaha Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra dalam mendorong ekonomi kreatif di Desa Wisata.

"Dalam program tersebut terdapat dua daerah di Sultra yakni Wakatobi dengan berbasis perfilman dan Konawe Selatan berbasis kriya, dimana bahan yang diolah menjadi souvenir," ujar Kadispar Sultra, Belli Harli Tombili, saat hadiri Workshop dengan tajuk Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif di Hotel Kubra, di Kendari, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, Dinaspar Sultra selama ini hanya berfokus pada pemasaran destinasi wisata.

Namun, minim dalam pengembangan ekonomi kreatifnya.

Baca juga: TERUNGKAP Sosok Dosen Inisial Prof B, Guru Besar FKIP UHO Kendari yang Diduga Cabuli Mahasiswi

Baca juga: Lowongan Kerja Kendari, PT Swakarya Insan Mandiri Buka Rekrutmen 6 Posisi, Kualifikasi, Cara Daftar

Baca juga: 18 Desa Wisata di Sulawesi Tenggara Masuk 500 Besar Nominasi ADWI 2022 Kemenparekraf

Atas dasar tersebut, ekonomi kreatif menjadi sangat krusial didorong saat ini, demi menunjang pariwisata di desa wisata di Sulawesi Tenggara.

Belli menambahkan, Dispar Sultra tak akan berhenti di Waktobi dan Konawe Selatan saja.

Hal serupa juga akan diterapakan di semua desa wisata, seperti Kota Baubau yang berbasis seni pertunjukkan serta Kolaka dan Kolaka Utara yang berbasis kuliner.

Dengan program anyar ini, Dispar Sultra meyakini akan membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif daerah untuk bersaing hingga tingkat nasional.

"Saya melihat jalan menuju kemajuan ekonomi kreatif ini semakin terbuka dikarenakan kabupaten kota turut hadir dan memberikan dukungannya,"tuturnya.

Baca juga: Update Harga Sayuran, Tomat, Cabai, Bawang Merah dan Putih di Pasar Anduonohu dan Baruga Kendari

Baca juga: Mahasiswi UHO Diajak Perangi Kasus Pelecehan Seksual, Wakil Rektor III Imbau Jangan Takut Melapor

Belli meyakini, memetakan basis wisata di Desa Wisata akan meningkatkan produk ekonomi kreatif yang berdaya jual.

"Karena dalam pengembangan wisata di desa tentunya ditopang juga dengan ekonomi kreatifnya sehingga hal ini berjalan bersama," jelasnya.

"Kalau dari kami sendiri (Dispar Sultra) saat ini lebih berfokus terhadap penguatan dari pelaku ekonomi kreatif seperti misalnya memberikan pelatihan desain, membuka wawasan agar dapat masuk dalam persaingan pasar," imbuhntya.

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved