Berita Kendari

Mahasiswi UHO Diajak Perangi Kasus Pelecehan Seksual, Wakil Rektor III Imbau Jangan Takut Melapor

Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Dr Nur Arafah mengajak mahasiswi perangi tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Dr Nur Arafah 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Dr Nur Arafah mengajak mahasiswi perangi tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Wakil Rektor UHO Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini menuturkan agar setiap mahasiswi berani melapor bila mengalami tindak pidana pelecehan di lingkungan kampus.

Kata dia, hal ini bukan hanya persoalan pelecehan seksual saja yang saat ini tengah mencuat, tetapi penyelewengan pungutan liar terhadap mahasiswa pun bisa dilaporkan.

"Jadi tidak usah takut, staf bahkan saya sendiri pun bisa dilaporkan. Caranya bisa langsung melalui Rektor UHO atau melalui situs aduan UHO," katanya pada Rabu (20/7/2022).

"Korban untuk melapor supaya ini dapat diselesaikan menurut aturan baik dari sisi kepolisian maupun di sisi Universitas Halu Oleo," imbuhnya.

Baca juga: Reaksi Universitas Halu Oleo Soal Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Oknum Dosen UHO Kendari Prof B

Dr Nur Arafah pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa agar tak perlu risau dengan persoalan berita yang mencuat.

"Ya, percayakan saja dengan institusi yang ada dan kalau memang korban tidak merasa puas dengan proses kepolisian dipersilakan melapor ke Rektor UHO," ujarnya.

Ia sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi di UHO Kendari dan seharusnya insiden memalukan serupa tak harus terjadi.

"Iya, terlebih momentum menghadapi mahasiswa baru. Kita sangat menyayangkan hal-hal ini terjadi," ucapnya.

Dr Nur Arafah berpesan kepada kepolisian agar kasus ini cepat diusut tuntas hingga dapat diselesaikan secara adil.

Baca juga: Mahasiswi RN Korban Pelecehan Oknum Dosen UHO Kendari Prof B Sudah Dimintai Keterangan Polisi

"Korban ini harus menempuh jalur yang sudah ada supaya bisa diselesaikan permasalahannya agar diduga pelaku diberikan sanksi administrasi kode etik," terangnya.

"Yang berkaitan dengan perilaku dosen, maupun mahasiswa, dan pegawai itu ada mekanisme proses kode etik yang mengatur," sambungnya.

Sebelumnya, Prof B oknum dosen Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan ke polisi.

Prof B tersebut dilaporkan korban RN (20) ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota atau Polresta Kendari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved