Dosen Lecehkan Mahasiswi Kendari
Oknum Dosen UHO Kendari Bantah Tudingan Lecehkan Mahasiswinya, Prof B: Hanya Sekadar Merangkul
Prof B oknum dosen Universitas Halu Ole (UHO) Kendari angkat suara. Bahwa ia tak sampai melakukan pelecehan seksual ke mahasiswinya inisial RN (20).
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/mahasiswi-RN-2-kali-dilecehkan-oknum-dosen-Universitas-Halu-Oleo-atau-UHO-Kendari-Prof-B.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Prof B oknum dosen Universitas Halu Ole (UHO) Kendari angkat suara diduga terlibat pelecehan seksual kepada mahasiswinya.
Prof B yang juga Guru Besar FKIP UHO Kendari Provisi Sulawesi Tenggara (Sultra) membantah tudingan jika dirinya mencium bibir mahasiswi inisial RN (20).
Prof B menuturkan tak menyangka perkara ini bakal menimpanya dan berbuntut panjang.
Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen Prof B, Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Fakultas FKIP UHO Kendari
Pasalnya, Prof B berdalih kalau ia tidak bermaksud untuk melakukan pelecehan seksual kepada korban.
"Memang saya sudah biasa berkomunikasi, menyapa orang dan kadang-kadang bertemu seseorang di tempat terbuka," katanya.
"Tidak ada niat melakukan hal demikian, hanya sekadar merangkul tapi bukan yang dimaksud seperti pernyataan mahasiswi tersebut," sambungnya.
Untuk itu, Prof B mengungkapkan saat mendengar laporan berita pelecehan seksual yang menimpa dirinya.
Ia pun segera menghubungi RN untuk memberikan penjelasan.
"Bagaimana ya, serba salah juga. Tapi kalau merangkul dan seterusnya karena terjadi pada perempuan. Makanya saya heran kok berita seperti ini muncul," terangnya.
Baca juga: Mahasiswi Korban Dugaan Pelecehan Dosen FKIP UHO Kendari Adalah Yatim Piatu, Kini Alami Trauma
"Makanya saya mau telepon anaknya, apa yang kamu lakukan sejauh ini," jelasnya menambahkan.
Prof B sudah melayangkan permintaan maaf ke keluarga mahasiswi RN yang diduga menjadi korban pelecehan.
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (FKIP UHO) itu menyampaikan permohonan maaf saat berkunjung ke rumah korban di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Prof B pun telah menyambangi kediaman RN menemui keluarga RN, Rabu (21/7/2022).
Rekaman video maupun suara pertemuan terduga pelaku dengan keluarga korban yang diwakili dua pamannya W dan I diperoleh TribunnewsSultra.com pada Kamis (21/07/2022).
(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)